Samarinda, Klausa.co – Peran media massa tak boleh berhenti pada produksi berita. Di luar ruang redaksi, media juga punya tanggung jawab sosial. Itulah yang ditunjukkan Kaltimnow lewat penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Majelis Kajian Intensif Ahad Pagi (KIAI) di kawasan Polder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Kamis (5/2/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan Majelis KIAI, Hayati Fashiha. Penyaluran berlangsung sederhana, menandai keterlibatan media dalam mendukung ruang-ruang kajian keagamaan yang tumbuh dari basis komunitas.
Direktur Kaltimnow, Dapit Andriyawan, menyebut bantuan CSR ini bersumber dari kas perusahaan yang dihimpun melalui kerja sama periklanan dengan berbagai mitra. Mulai dari sektor swasta hingga instansi pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Menurut Dapit, penyaluran CSR adalah bentuk pertanggungjawaban sosial media terhadap lingkungan tempatnya bertumbuh.
“Kami tidak ingin hanya hadir lewat pemberitaan. Melalui CSR ini, kami ingin memastikan ada manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat, khususnya untuk mendukung kegiatan keagamaan,” kata Dapit.
Dia menegaskan, bantuan tersebut merupakan amanah dari hasil kerja sama yang dijalankan Kaltimnow.id, yang kemudian dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk dukungan konkret.
Sementara itu, dari sisi penerima, Hayati Fashiha menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi Majelis KIAI untuk terus menjaga konsistensi kajian keislaman yang rutin digelar.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk perhatian yang memberi semangat untuk terus bergerak,” ujar Hayati.
Ia berharap pola kolaborasi antara media dan lembaga keagamaan dapat terus berlanjut, sehingga peran media di sisi sosial media tidak berhenti pada narasi, tetapi dapat dirasakan masyarakat secara riil.
Melalui langkah ini, Kaltimnow menegaskan posisinya sebagai media yang tidak hanya bekerja di ruang informasi, tetapi juga hadir di ruang sosial. Mereka menyatu dengan komunitas, dan ikut memperkuat kehidupan warga Bumi Etam lewat kegiatan sosial. (Nur/Fch/Klausa)














