Kutim, Klausa.co – Kerusakan parah Jalan Poros Sangatta-Bengalon di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, naik pitam. Jalan utama yang nyaris putus akibat aktivitas pertambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC) itu dinilainya sudah mengancam mobilitas warga dan distribusi logistik.
Rudy tak hanya menyorot persoalan tersebut saat kunjungan lapangan, Sabtu (6/9/2025), tetapi juga mengunggah video di akun Instagram pribadinya, @h.rudymasud. Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan jalan amblas di kawasan Crossing 4 sembari menulis, “Putus sepotong, inilah jalur utama yang menghubungkan Sangatta.Bengalon yang sy lewati. Semoga para pihak saling gotong royong memperbaikinya. Bismillah, Ayu ting-ting naik gerobak, yang penting kita kompak.”
Di hadapan manajemen KPC yang mendampinginya, Rudy melontarkan teguran keras. Ia menilai beban jalan makin berat lantaran dilalui alat berat perusahaan.
“Bapak tahu dampak sosialnya kalau sampai jalan ini putus? Ekskavatornya 21 ton lewat di sini, jalannya tinggal sebelah. Apa tidak cepat putus, Pak?” tegasnya.
Dalam momen yang terekam kamera Adpim Setdaprov Kaltim, Rudy juga menoleh ke Sekda Sri Wahyuni dan menyatakan, “Bu Sekda, bagaimana kalau putus jalannya, kita tutup aja nggak? Sudah lama harus tutupnya. Udah orang enggak bisa lewat.”
Rudy menegaskan, jika tidak ada perbaikan segera, aktivitas tambang KPC akan dihentikan.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut, maka kegiatan tambang PT KPC kita hentikan. Sampai jalannya dibenahi,” tegasnya.
Selain kondisi jalan, Rudy menyinggung aturan jarak aman tambang dari permukiman. Ia menyebut aktivitas KPC berpotensi melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 yang mengharuskan jarak tepi galian minimal 500 meter dari rumah warga.
Sorotan terhadap praktik pertambangan ini sejalan dengan janji kampanye Rudy saat Pilgub Kaltim lalu. Ia berkomitmen menertibkan tambang, baik ilegal maupun perusahaan resmi yang mengabaikan aturan dan kepentingan masyarakat.
Diwawancara terpisah, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memastikan perbaikan akan segera dilakukan. Menurutnya, Pemprov sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI yang membawahi Kaltim dan Kaltara.
“Sekarang tinggal tindak lanjut BBPJN XII dan KPC. Rencanaya, besok akan menurap jalan itu dan memperbaiki segera mungkin sebelum jalan yang baru bisa,” jelas Seno, Senin (8/9/2025). (Nur/Fch/Klausa)


















