Klausa.co

DPRD Kaltim Soroti Krisis Regenerasi Petani, Swasembada Pangan Dinilai Terancam

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Upaya mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai tak akan bergerak jauh tanpa hadirnya generasi baru di sektor pertanian. DPRD Kaltim menegaskan bahwa persoalan terbesar bukan pada luas lahan, melainkan minimnya anak muda yang bersedia turun ke sawah.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, mengatakan Kaltim memiliki kawasan yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra produksi pangan. Namun, dominasi petani berusia lanjut membuat keberlanjutan produksi semakin rapuh.

“Lebih dari 70 persen petani kita sudah berusia lanjut. Ini masalah serius. Kita perlu memunculkan kembali semangat petani milenial untuk mengambil peran,” ujar Guntur, Rabu (3/12/2025).

Ia menilai regenerasi mulai terlihat di Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah daerah setempat disebut aktif melibatkan anak muda dalam berbagai program pertanian, yang berdampak langsung pada peningkatan panen, termasuk hortikultura seperti semangka.

Baca Juga:  Hotel Atlet Samarinda Disorot DPRD Kaltim, Tuntut Kejelasan Pengelolaan Hotel Atlet

Guntur mencontohkan kelompok petani muda di Desa Menamang Kanan, Muara Kaman, yang dalam dua tahun terakhir mampu memanen semangka hingga 2.000 ton setiap musim.

Melihat tren itu, Guntur mendorong Pemprov Kaltim memperkuat dukungan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Modernisasi dinilai menjadi langkah kunci untuk meningkatkan produktivitas secara merata.

“Kukar sudah membuktikan generasi muda bisa membawa perubahan besar. Tinggal bagaimana Pemprov memperkuat dukungan,” katanya.

Ia juga menyoroti kawasan lumbung padi di Tenggarong Seberang dan Loa Kulu yang menurutnya membutuhkan dukungan serupa agar dapat menopang kebutuhan beras daerah.

Tak hanya pangan pokok, Guntur menyebut sejumlah wilayah memiliki potensi komoditas perkebunan unggulan. Kutai Timur, misalnya, dikenal sebagai sentra aren yang dapat menopang produksi gula merah dalam skala besar.

Baca Juga:  Rapat RKPD 2026, Mengawal Efisiensi dan Integrasi Visi Kepala Daerah Baru

“Setiap daerah punya kekuatan masing-masing. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menggerakkan petani muda agar potensi itu benar-benar maksimal,” pungkasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co