Lompat ke konten utama

Klausa.co

Andi Harun Dorong PAN Samarinda Perkuat Kader, Politik Tak Boleh Berhenti pada Kontestasi

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menerima kunjungan jajaran pengurus PAN Samarinda. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta kepengurusan baru DPD PAN Kota Samarinda periode 2025-2030 tidak hanya berfokus memperkuat struktur organisasi. Menurutnya, keberlanjutan partai lebih ditentukan oleh kemampuan mencetak kader yang memiliki kapasitas, integritas, serta mampu memahami kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menerima jajaran pengurus baru PAN Samarinda di Balai Kota Samarinda. Dalam pertemuan itu, ia menekankan bahwa politik semestinya tidak dipersempit menjadi aktivitas perebutan kekuasaan maupun pertarungan dalam setiap kontestasi.

“Politik bukan sekadar tentang kekuasaan dan kontestasi,” kata Andi Harun, belum lama ini.

Dia menjelaskan, politik seharusnya menjadi ruang untuk terus belajar sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Kemampuan tersebut diperlukan agar aspirasi warga tidak berhenti pada komunikasi, tetapi dapat diolah menjadi gagasan hingga melahirkan kebijakan.

Baca Juga:  PKS Sokong Andi Harun, Dedi Kurniadi Ultimatum Tuntaskan Janji Pembangunan

Karena itu, AH mendorong agar praktik politik dibangun dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Ia mengibaratkan seorang politisi perlu memiliki pola pikir seperti saintis, yakni menjadikan pengetahuan dan analisis sebagai dasar sebelum menentukan langkah maupun mengambil keputusan.

Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan agar kerja politik tidak semata-mata bergantung pada popularitas ataupun kepentingan pragmatis. Kader partai harus mempunyai kemampuan untuk melihat persoalan secara menyeluruh dan sekaligus memiliki keberanian untuk terlibat langsung bersama masyarakat.

Dalam konteks itu, kaderisasi menjadi salah satu pekerjaan mendasar bagi partai. Penguatan organisasi dinilai belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

“Partai membutuhkan kader yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi memiliki kapasitas, integritas, dan keberanian untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Evaluasi Kinerja ASN Kunci Pelayanan Efektif: Pesan Andi Harun di Pelatihan Kepemimpinan Samarinda

Selain kualitas kader, Andi Harun mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang konsisten dengan warga. Hubungan antara partai dan masyarakat, menurutnya, tidak semestinya hanya aktif ketika memasuki masa pemilihan atau momentum elektoral.

“Politik itu percakapan,” tegasnya.

Komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan publik. Dari sanalah, kata Andi Harun, kepemimpinan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui rangkaian proses belajar, bekerja, memahami masyarakat, dan mendapatkan kepercayaan.

Dengan demikian, keberhasilan politik tidak cukup diukur berdasarkan lamanya seseorang atau kelompok berada dalam kekuasaan. Ukuran yang lebih penting adalah manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Samarinda Suparno menyebut penguatan partai harus dilakukan secara bersamaan, baik dari sisi organisasi maupun kualitas kader. Ia juga membagikan pengalaman historisnya bersama PAN yang turut membentuk pandangannya terhadap politik dan pemerintahan.

Baca Juga:  Simpang Empat Pasundan: Solusi Banjir dan Kemacetan Dimulai dengan Sidak Wali Kota

Suparno menyebut terdapat tiga aspek yang perlu menjadi perhatian PAN Samarinda, yakni struktur organisasi yang mengakar, kualitas calon, serta komunikasi dengan masyarakat.

“Struktur organisasi, kualitas calon, dan komunikasi dengan masyarakat harus menjadi kekuatan utama agar politik senantiasa bermuara pada pengabdian nyata bagi kepentingan warga,” tutup Suparno. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co