Samarinda, Klausa.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun menepis berbagai spekulasi politik yang belakangan beredar terkait langkahnya menjelang kontestasi Pilkada mendatang. Di tengah ramainya isu dirinya disebut bakal maju ke tingkat provinsi hingga kabar politik dinasti, Andi menegaskan seluruh perhatiannya saat ini masih tertuju pada penyelesaian amanah sebagai kepala daerah.
Menurut Andi Harun, pembicaraan mengenai langkah politik di masa mendatang belum layak dilakukan ketika masa jabatannya sebagai wali kota masih berlangsung.
“Saya sama sekali belum berpikir soal Pilkada. Bagi saya tidak etis ketika masih ada waktu yang panjang sudah memikirkan langkah selanjutnya. Fokus saya adalah menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Samarinda,” ujarnya, Jumat (26/6/2025).
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan tanggung jawab sebagai wali kota menjadi prioritas utama. Karena itu, ia mengaku menolak sejumlah ajakan untuk membahas peta politik yang dinilai justru dapat mengganggu konsentrasinya dalam memimpin Kota Tepian.
Andi Harun juga meluruskan isu yang berkembang di media sosial mengenai rencana dirinya maju ke level provinsi disertai kabar putranya, Afif, akan maju dalam Pilkada Samarinda. Dia membantah informasi tersebut dan menegaskan tidak pernah mendukung praktik politik dinasti.
“Saya tegaskan, Afif saya larang maju karena saya konsisten menolak politik dinasti,” katanya.
Andi Harun juga mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki dasar yang jelas agar tidak memicu fitnah maupun kesalahpahaman di ruang publik.
Sementara itu, terkait kepemimpinan Samarinda pada masa mendatang, dia justru membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki kapasitas untuk maju sebagai calon kepala daerah.
“Semakin banyak calon, semakin banyak pilihan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpinnya,” ucapnya.
Selain isu Pilkada, Andi Harun juga menepis kabar yang menyebut dirinya akan berpindah partai politik. Isu tersebut muncul setelah dirinya disebut tidak terlihat dalam sejumlah kegiatan DPD Gerindra Kaltim.
Mantan legislator DPRD Kaltim itu juga menjelaskan ketidakhadirannya semata karena tidak menerima undangan dari pengurus tingkat provinsi, berbeda dengan kegiatan DPP Gerindra yang selama ini selalu dihadirinya.
“Saya tidak pernah hadir di kegiatan DPD Gerindra karena memang tidak pernah diundang. Kalau kegiatan DPP di Hambalang maupun Jakarta, saya selalu hadir karena diundang,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada alasan baginya meninggalkan Gerindra yang telah memberikan dukungan hingga dirinya dipercaya menjadi Wali Kota Samarinda.
Dia juga menepis isu lain yang menyebut dirinya akan maju dalam kontestasi politik di Kalimantan Utara. Menurutnya, langkah tersebut tidak realistis karena basis politiknya berada di Samarinda.
“Kalau saya maju di daerah lain, itu sama saja bunuh diri secara politik,” tegasnya.
Lebih jauh, Andi menilai kontestasi politik di tingkat provinsi membutuhkan biaya yang sangat besar. Ia mengingatkan tingginya ongkos politik berpotensi mendorong praktik penyalahgunaan kekuasaan ketika pejabat berupaya mengembalikan modal politik yang telah dikeluarkan.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia politik, Andi mengaku selalu mempertimbangkan setiap keputusan secara matang. Di sisi lain, ia juga mengungkapkan keinginan untuk mulai memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga dan memperbanyak ibadah seiring bertambahnya usia. Baginya, jabatan Wali Kota Samarinda merupakan amanah besar yang harus dituntaskan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi wali kota saja sudah merupakan pencapaian politik yang sangat besar bagi saya. Hari ini saya tidak berpikir soal jabatan apa pun karena saya menghormati amanah yang diberikan masyarakat Samarinda,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)










