Lompat ke konten utama

Klausa.co

Pemkot Samarinda Minta Varia Niaga Tak Tinggalkan Bisnis Pangan Meski Masih Minus

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Perumda Varia Niaga Samarinda mulai merasakan dampak positif dari ekspansi usaha di luar sektor pangan. Salah satu lini bisnis yang kini menopang kinerja perusahaan daerah itu adalah jasa tunda dan pandu (assist) kapal di Sungai Mahakam. Namun, perkembangan bisnis tersebut tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk meminta Varia Niaga mengurangi perhatian terhadap perdagangan pangan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan sektor pangan tetap memiliki posisi penting bagi perusahaan. Meski saat ini bisnis tersebut masih berada dalam kondisi minus akibat ekspansi usaha, perdagangan pangan dinilai tidak boleh ditinggalkan.

“Kami minta usaha dagang pangan jangan ditinggalkan, meskipun saat ini posisinya masih minus karena ekspansi ke luar,” kata Marnabas, Senin (10/8/2026).

Menurut Marnabas, Varia Niaga memiliki karakter yang berbeda dari badan usaha yang hanya berorientasi pada keuntungan. Perusahaan daerah tersebut juga mengemban fungsi sosial yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Fuad Fakhruddin Serukan Pilkada Bersih, Warga Kaltim Diminta Tolak Politik Uang

Salah satunya melalui keterlibatan dalam menjaga ketersediaan pangan dan membantu mengendalikan harga di pasaran. Peran itu dinilai menjadi bagian penting dari kontribusi Varia Niaga terhadap pengendalian inflasi di Samarinda.

Karena itu, ekspansi usaha ke sektor lain seharusnya diposisikan sebagai upaya memperkuat perusahaan, bukan menggantikan bisnis pangan yang selama ini menjadi salah satu identitas Varia Niaga.

“Sekecil apa pun usaha pangan, itu tetap menjadi identitas perusahaan yang harus diperkuat, bukan ditinggalkan. Sektor inilah yang membesarkan nama Varia Niaga hingga dikenal dalam pengendalian inflasi tingkat nasional,” tegasnya.

Evaluasi Pemkot Samarinda juga menyentuh kinerja gerai Bebaya Mart di Jalan Antasari. Hingga kini, gerai tersebut belum mampu membukukan keuntungan.

Baca Juga:  Ricuh di DPRD Samarinda: Nasib Buruh Proyek yang Tak Kunjung Dibayar

Marnabas menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan potensi bisnis. Menurutnya, keberadaan Bebaya Mart masih perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

Salah satu kendalanya adalah aspek pemasaran. Minimnya promosi dan penanda gerai yang belum cukup terlihat dinilai membuat masyarakat belum banyak mengetahui keberadaan Bebaya Mart di lokasi tersebut.

Karena itu, manajemen Varia Niaga didorong membenahi strategi pemasaran agar potensi gerai dapat lebih maksimal. Upaya tersebut dinilai penting agar pengembangan bisnis pangan tidak hanya berhenti pada penyediaan gerai, tetapi juga mampu menarik konsumen.

Selain Bebaya Mart di Jalan Antasari, Pemkot Samarinda juga mendorong agar gerai Bebaya Mart di Jalan Perjuangan segera dioperasikan. Pengembangan jaringan gerai tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan kembali bisnis pangan Varia Niaga.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Samarinda Minta Tindak Tegas Aktivitas Tambang Ilegal di Lahan Pemkot

Marnabas mengingatkan manajemen agar tidak melihat bisnis yang menghasilkan keuntungan dan usaha yang memiliki fungsi sosial sebagai dua pilihan yang harus dipertentangkan.

Ekspansi tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan bisnis perusahaan. Namun, pada saat yang sama, sektor pangan harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari peran Varia Niaga terhadap masyarakat.

“Ekspansi bisnis harus menjadi sumber penguatan perusahaan, sementara sektor pangan tetap dipertahankan sebagai salah satu fondasi utama Varia Niaga,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co