Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan pawai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bakal absen tahun ini. Anggaran yang biasanya digunakan untuk kegiatan tersebut, dialihkan untuk membiayai kebutuhan yang dinilai lebih menyentuh kepentingan masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan keputusan itu diambil setelah Pemkot mengevaluasi sejumlah kegiatan seremonial dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan daerah.
“Betul kegiatan pawainya untuk tahun ini ditiadakan. Tapi ada kegiatan baru yang berlangsung di kelurahan,” kata Andi Harun, Rabu (12/8/2026).
Meski pawai ditiadakan, Andi memastikan semarak peringatan kemerdekaan tetap berlangsung. Bedanya, kegiatan tahun ini lebih banyak diarahkan ke tingkat kelurahan agar masyarakat bisa ikut merayakan secara langsung di lingkungan masing-masing.
Sejumlah kelurahan pun telah menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pertandingan olahraga, jalan sehat, perlombaan hingga kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM.
Kebijakan tersebut, lanjut Andi, tidak lepas dari penentuan skala prioritas dalam penggunaan anggaran daerah. Pemerintah memilih mendahulukan kebutuhan yang dianggap lebih mendesak dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Pertama kita prioritaskan bayar utang, kita prioritaskan membiayai misalnya BPJS, kita memprioritaskan hal-hal yang berdampak langsung,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa AH itu menyebut pelaksanaan pawai membutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Dalam kondisi anggaran yang masih harus diefisienkan, besaran belanja tersebut dinilai perlu dipertimbangkan kembali.
“Kalau uang lagi ada, atau uang sedang banyak, ya kita akan tetap laksanakan,” katanya.
Andi Harun meminta masyarakat tidak melihat peniadaan pawai sebagai bentuk pengurangan perhatian pemerintah terhadap perayaan HUT Kemerdekaan. Menurutnya, perayaan tetap berjalan, hanya pola kegiatannya yang disesuaikan dengan kondisi anggaran.
Rangkaian kegiatan kemerdekaan akan tetap berlangsung di berbagai wilayah Samarinda hingga puncaknya pada 17 Agustus mendatang. Pemkot berharap suasana perayaan justru semakin terasa di lingkungan masyarakat melalui kegiatan yang digelar masing-masing kelurahan.
“Biarlah di kelurahan yang ramai. Mudah-mudahan, mohon doanya tahun depan, kita bisa adakan lagi,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)













