Lompat ke konten utama

Klausa.co

Banteng Kaltim Belum Buka Kandidat Pilwali Samarinda, Pilih Turun ke Masyarakat

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – PDI Perjuangan Kalimantan Timur (Kaltim) belum membuka nama yang bakal didorong dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda mendatang.

Ketika sejumlah partai mulai melakukan penjajakan dan memunculkan figur, PDI Perjuangan Kaltim justru memilih memperkuat konsolidasi internal serta memastikan kader bekerja langsung di tengah masyarakat.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan politik bagi partainya tidak semata-mata berbicara tentang perolehan suara dan kemenangan dalam pemilu. Menurutnya, kerja politik harus terlebih dahulu diwujudkan melalui kehadiran kader untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kalau kita berpartai itu bukan melulu soal elektoral, bukan melulu soal kemenangan pemilu. Tapi bagaimana kita bekerja untuk masyarakat, untuk rakyat,” kata Nanda, Senin (21/9/2026).

Ia menyebut kader Partai Banteng itu saat ini diarahkan untuk lebih banyak turun ke lapangan. Aspirasi dan persoalan yang ditemukan di masyarakat akan menjadi pijakan dalam menyusun program partai.

Baca Juga:  Ananda Moeis Santai Tanggapi Wacana Jadi Kandidat Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim

“Kita diperintah oleh Ibu Ketua Umum untuk turun ke bawah. Untuk bekerja, dengarkan masyarakat, cari solusi, kemudian buat program yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi itu dulu yang akan kita laksanakan,” ujarnya.

Nanda menegaskan, belum adanya nama kandidat yang diumumkan bukan berarti PDI Perjuangan tidak melakukan persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Konsolidasi organisasi tetap berjalan. Salah satunya dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat anak ranting serta menyiapkan saksi.

“Mesin partai sudah mulai dijalankan. Kita sedang konsolidasi, pembentukan sampai ke anak ranting, lalu juga persiapan saksi-saksi,” katanya.

Soal figur yang akan diusung, PDI Perjuangan Bumi Etam masih membuka ruang bagi kader internal. Menurut Nanda, setiap kader memiliki kesempatan menunjukkan rekam kerja dan kedekatannya dengan masyarakat sebelum partai mengambil keputusan.

Baca Juga:  Pertemuan Megawati-Prabowo, Kader di Kaltim: Kami Tetap Fokus Kerja untuk Rakyat!

Penentuan figur nantinya juga akan mempertimbangkan hasil survei. Instrumen tersebut akan digunakan untuk memotret tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat yang masuk dalam pertimbangan partai.

“Karena semua kita minta untuk turun ke masyarakat. Pada saatnya nanti kita akan potret menggunakan media survei. Kita lihat elektabilitas dan popularitasnya. Kita akan bicara nanti di situ,” jelasnya.

Samarinda menjadi salah satu wilayah strategis bagi PDI Perjuangan Kaltim. Pasalnya, pada Pemilu Legislatif 2024, Partai ini meraih 52.867 suara untuk DPRD Kota Samarinda. Perolehan tersebut masih berada di bawah Gerindra yang mengantongi 94.081 suara.

Sementara pada Pilkada Samarinda 2024, pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri yang diusung Gerindra bersama sejumlah partai politik lainnya meraih 306.392 suara atau sekitar 88,12 persen. Adapun kotak kosong memperoleh 41.301 suara.

Baca Juga:  Demi Cetak SDM Unggul, Nanda Sambut Wacana Pembangunan Sekolah Internasional di Samarinda

Dengan peta politik tersebut, Nanda mengatakan PDI Perjuangan tidak memiliki alasan untuk terburu-buru mengumumkan kandidat Pilwali Samarinda. Ia juga menyerahkan kepada partai lain jika memilih lebih awal memperkenalkan figur masing-masing.

“Ya, haknya mereka. Silakan saja. Tapi yang pastinya kita ya bekerja saja,” katanya.

Bagi partai, pekerjaan rumah saat ini bukan sekadar menentukan nama calon. Partai ingin memastikan struktur organisasi bergerak sampai tingkat paling bawah sekaligus menjaga kader tetap hadir di tengah masyarakat.

“Yang pastinya hari ini datangi rakyat dulu,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co