Samarinda, Klausa.co – Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda belum membuka pembahasan serius mengenai figur yang bakal didorong dalam Pilkada Samarinda mendatang. Meski sejumlah partai mulai memunculkan nama, PAN masih memilih merapikan mesin internal sebelum berbicara soal kandidat.
Ketua DPD PAN Samarinda Suparno mengatakan, konsolidasi organisasi menjadi prioritas partai saat ini. Penguatan struktur hingga tingkat basis dinilai lebih penting daripada terburu-buru menetapkan figur.
“Belum sampai pada siapa yang akan diusung. Kami masih fokus solidkan struktur dan memperkuat kerja di basis,” kata Suparno, Selasa (22/9/2026).
Sikap tersebut, kata dia, sejalan dengan arah politik PAN setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 18 September 2026. Partai berlambang matahari putih itu tengah menyiapkan strategi menghadapi agenda politik berikutnya, termasuk target menembus tiga besar secara nasional.
Konsolidasi tidak hanya menyasar kepentingan elektoral. PAN juga menyelaraskan kerja politiknya dengan sejumlah agenda pemerintah, seperti swasembada pangan dan hilirisasi.
Di tingkat daerah, PAN Samarinda masih menunggu dinamika regulasi. Salah satunya berkaitan dengan revisi Undang-Undang Pemilu yang dinilai dapat memengaruhi strategi partai dalam menghadapi kontestasi politik daerah.
Meski belum menetapkan kandidat, PAN Samarinda mengklaim tidak kekurangan stok kader. Setidaknya ada tiga nama yang disebut Suparno berpotensi masuk pembahasan apabila partai nantinya memutuskan mengusung calon wali kota.
Mereka adalah Ketua DPW PAN Kaltim Erwin Izharuddin, anggota DPRD Samarinda Jasno, serta anggota DPRD Kaltim M Darlis Pattalongi.
“Ada tiga nama yang berpeluang, yakni Erwin Izharuddin, Jasno, dan M Darlis,” ujarnya.
Erwin merupakan Ketua DPW PAN Kaltim yang sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan bursa kandidat kepala daerah. Sementara Darlis saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Samarinda.
Darlis juga memiliki pengalaman dalam kontestasi Pilkada Samarinda. Pada Pilkada 2020, dia maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Barkati.
Sedangkan Jasno merupakan legislator DPRD Samarinda dari PAN. Namanya kini ikut berada dalam radar internal partai untuk menghadapi agenda politik daerah ke depan.
Namun, munculnya tiga nama tersebut belum dapat dimaknai sebagai keputusan pencalonan. Suparno menegaskan, PAN masih akan menjalankan proses internal sebelum menentukan siapa yang benar-benar bakal diusung.
“Nama-nama itu sudah enggak asing di Samarinda. Jadi PAN enggak kekurangan kader kalau ingin mengusung calon. Kami fokus memperkuat fondasi dulu daripada buru-buru menentukan figur,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)









