Samarinda, Klausa.co – Deretan aksi demonstrasi yang nyaris tak putus di depan Kegubernuran Kalimantan Timur (Kaltim) memunculkan warna baru. Di tengah suasana panas dan tuntutan yang terus disuarakan, DPW Drupadi Baladika Mulawarman Kaltim justru memilih turun ke jalan dengan membawa bunga mawar.
Organisasi tersebut berencana menggelar aksi damai pada 20 Mei 2026 mendatang di kawasan Jalan Gajah Mada, Samarinda. Bukan orasi keras atau blokade jalan, massa aksi justru akan membagikan mawar kepada para pengguna jalan sebagai simbol ajakan menjaga ketertiban dan meredam ketegangan sosial.
Ketua DPW Drupadi Baladika Mulawarman Kaltim, Lilis Latif, mengatakan aksi itu sengaja dikemas berbeda sebagai bentuk pesan moral bahwa penyampaian aspirasi tidak harus berujung pada suasana yang memanas.
“Situasi demonstrasi yang berlangsung beberapa pekan terakhir tentu menjadi perhatian kami. Aspirasi masyarakat tetap harus dihormati, tetapi ketenangan daerah juga penting dijaga,” ujar Lilis pada Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, aksi simbolik tersebut lahir dari kekhawatiran terhadap dampak demonstrasi berkepanjangan yang mulai memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Drupadi Baladika menilai ruang demokrasi tetap harus berjalan, namun semua pihak diminta tidak melupakan kepentingan publik yang lebih luas, terutama soal kenyamanan warga dan kelancaran aktivitas perkotaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan cara yang damai, santun, dan tetap bermakna,” katanya.
Di sisi lain, Lilis menilai sebagian tuntutan yang selama ini disuarakan massa aksi sebenarnya sudah mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Beberapa persoalan yang sempat menjadi sorotan publik disebut telah ditindaklanjuti langsung oleh pemerintah daerah.
Karena itu, pihaknya berharap gelombang aksi yang terus berlangsung tidak berkembang menjadi situasi yang mengganggu stabilitas daerah. Menurut dia, Bumi Etam saat ini membutuhkan suasana yang kondusif agar agenda pembangunan tetap berjalan tanpa terganggu konflik berkepanjangan.
“Kami hadir bukan untuk melawan siapa pun. Kami hanya ingin mengajak semua pihak menjaga persatuan dan ketertiban demi kepentingan masyarakat luas,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)















