Klausa.co

Wagub Seno Aji Buka DSBK 2025, Perkuat Warisan Melayu di Tiga Negara

Wagub Kaltim, Seno Aji, membuka acara Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) ke-XVI tahun 2025. ( Foto : Din/Klausa )

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kota Samarinda didapuk menjadi tuan rumah Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) ke-XVI tahun 2025. Ajang ini adalah sebuah forum budaya bergengsi yang mempertemukan para sastrawan dari tiga negara serumpun, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Acara yang berlangsung di Hotel Harris Samarinda pada Selasa (17/6/2025) ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji. Ia menyampaikan, bahwa DSBK bukan hanya ajang diskusi antarbudaya. Juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat posisi bahasa Melayu di kawasan.

“Alhamdulillah, tahun ini Kaltim kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah. Forum ini adalah kesempatan berharga untuk merajut kebersamaan dan menyusun arah pemajuan budaya serumpun,” ujar Seno.

Baca Juga:  Wagub Kaltim : Pemerintah dan Masyarakat Kaltim Dukung IKN

DSBK sendiri telah digelar sejak 1987 dan bergiliran dilaksanakan di berbagai kota di tiga negara. Ini merupakan kali kedua Bumi Etam dipercaya sebagai tuan rumah setelah sebelumnya sukses menghelat forum yang sama.

Rangkaian kegiatan DSBK tahun ini meliputi dialog sastra, kunjungan budaya ke Tenggarong, parade sastra, wisata susur sungai, hingga penyusunan rekomendasi serta penetapan tuan rumah selanjutnya.

Seno menyebutkan bahwa kehadiran para peserta dari sejumlah negara bagian menambah semarak dan nilai strategis forum ini.

“Tidak hanya dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia, tapi juga ada perwakilan dari beberapa negara bagian lain yang turut berpartisipasi,” jelasnya.

Dalam forum ini, Pemprov Kaltim juga memanfaatkan momentum untuk mengenalkan perkembangan daerah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kemajuan infrastruktur yang tengah berlangsung.

Baca Juga:  Wagub Kaltim Terima Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI Bahas PNBP

“Dengan infrastruktur yang terus meningkat, suasana di Kaltim semakin kondusif dan menarik untuk menjadi lokasi dialog serantau seperti ini,” tambah Seno.

Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi.

“Meskipun tidak sebanyak dulu, kita masih melihat semangat generasi muda dalam mempelajari tari-tarian dan alat musik tradisional di sanggar-sanggar seni,” ujarnya.

Terkait bahasa Melayu, Seno menyadari adanya perbedaan dalam pengucapan dan penggunaan di tiap negara, namun ia menilai perbedaan itu bukan hal yang harus diperdebatkan.

“Bahasa Melayu di Malaysia dan Indonesia memang mirip, tapi tidak sama. Meski begitu, tidak perlu dipermasalahkan. Gunakanlah bahasa dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah masing-masing negara,” tegasnya. (Din/Fch/ADV/Diskominfo Kaltim)

Baca Juga:  Pemkot Samarinda Beri Kemudahan dan Kenyamanan, Luncurkan Ruang Menikah

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co