Samarinda, Klausa.co – Pencarian terhadap MR (20) berakhir duka. Pemuda asal Samarinda Seberang itu ditemukan mengapung di kawasan Sungai Keledang, Jumat (14/11/2025) pagi, setelah dua hari hilang tanpa kepastian. Tim SAR menyebut upaya pencarian tersendat karena laporan yang masuk terlambat dan tidak disertai satu pun saksi mata.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengungkapkan laporan resmi baru diterima pada 13 November, alias dua hari sejak MR tak pulang ke rumah.
“Kami tidak mendapatkan keterangan dari saksi. Itu membuat penentuan titik awal pencarian sangat terbatas,” kata Mardi.
Sebelum melapor ke SAR, keluarga lebih dulu menyisir lokasi yang biasa didatangi MR. Mereka semula ragu korban tenggelam. Keraguan itu berubah menjadi kecurigaan kuat setelah menemukan sandal MR di sebuah kapal. Sehari berikutnya, ponsel milik MR ditemukan dekat area mesin kapal yang sama.
Temuan itu menjadi titik balik. Keluarga akhirnya memutuskan membuat laporan resmi.
Tim SAR bergerak cepat pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 06.30 Wita. Penyelam diterjunkan, sementara unit perahu menyisir alur Mahakam. Namun hingga malam, upaya tersebut buntu.
“Mahakam itu lebar dan arusnya cukup kuat. Tanpa titik kejadian yang jelas, penyisiran harus dilakukan lebih luas dan itu menghabiskan waktu,” ujar Mardi.
Keesokan paginya, pencarian diperluas. Pada pukul 07.35 Wita, tubuh MR ditemukan mengambang di antara eceng gondok, sekitar 50 meter dari area yang sebelumnya menjadi fokus penyisiran.
Setelah keluarga memastikan identitas korban, proses evakuasi dilakukan. Jenazah dibawa ke rumah duka yang berjarak tidak jauh dari lokasi penemuan.
Kasus ini, kata Mardi, menjadi pengingat bahwa keterlambatan laporan memperbesar radius pencarian dan memperlama proses menemukan korban.
“Seluruh penanganan selanjutnya kini diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya. (Din/Fch/Klausa)
















