Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Bocah Tenggelam di Sungai Mahakam, Upaya Pencarian Memasuki Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan

Proses pencarian seorang anak berusia 13 tahun yang tenggelam di Teluk Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu. (Foto: Yah/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Upaya pencarian seorang anak berusia 13 tahun yang tenggelam di Sungai Mahakam, Samarinda, masih terus dilakukan. Rabu (26/6/2024) memasuki hari keempat pencarian, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Korban yang berinisial F tersebut tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Teluk Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Sabtu (22/6/2024) sore.

Menurut Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi, tim SAR telah melakukan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran di permukaan air dengan alat yang ada, pemantauan udara menggunakan drone, hingga membuat ombak di beberapa titik di air.

Tim Basarnas juga menggunakan alat Echosounder, alat survei bawah air dengan sonar untuk mencari objek di dasar air. Namun, hasil analisa dari Basarnas dan tim surveyor tidak menunjukkan adanya indikasi keberadaan korban.

Baca Juga:  Viral! Bongkar Muat Sapi dengan Cara Sadis, Ternyata Terjadi di Pelabuhan Samarinda
Advertisements

Riqi Efendi menjelaskan bahwa upaya penyisiran telah dilakukan di berbagai titik, terutama di daerah Selili yang banyak terdapat sampah dan eceng gondok. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut di celah-celah sampah.

Riqi menjelaskan bahwa sesuai SOP Basarnas, operasi pencarian oleh tim SAR maksimal dilakukan selama tujuh hari.

“Jika korban tidak ditemukan hingga hari ketujuh, operasi akan ditutup dan korban dinyatakan hilang. Namun, monitoring dan pemantauan akan tetap dilakukan,” ujarnya.

Pada hari keempat pencarian, radius pencarian telah mencapai 2,5 kilometer. Beberapa tim, termasuk Polair Polda Kaltim, melakukan patroli dan pemantauan dari Sungai Meriam hingga ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim KPP dan perhubungan laut juga melakukan penyisiran lebih dari 2,5 kilometer.

Baca Juga:  Bocah Tenggelam di Sungai Karang Asam Besar Ditemukan Tersangkut Dibawah Jembatan
Advertisements

Operasi pencarian ini melibatkan 58 satuan yang terdiri dari instansi pemerintah daerah, pemerintah vertikal, lembaga, dan relawan. Sebanyak 16 unit alat transportasi air seperti speedboat, perahu karet, dan ketinting dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian.

“Pencarian ini melibatkan banyak pihak dan berbagai alat transportasi air. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” tutup Riqi. (Yah/Fch/Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co