Klausa.co

Samarinda, Klausa.co – Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17 ribu pulau yang dihuni lebih dari 300 kelompok etnik suku bangsa di Tanah Air. Hal ini membuat Indonesia kaya akan keragaman budaya dan tradisi.

Tidak hanya itu, Indonesia juga mempunyai sejarah yang sangat luar biasa. Semua benda-benda bersejarah pun tersimpan rapi di museum. Para pelajar dan masyarakat mampu mengetahui serta belajar mengenai sejarah yang dimiliki setiap daerah.

Akan tetapi, gedung-gedung seperti taman budaya dan museum yang menjadi wadah kesenian, kebudayaan serta sejarah itu masih perlu perhatian khusus dari pemerintah. Tujuannya, agar para pengunjung bahkan pecinta seni bisa berlama-lama di taman budaya dan museum.

Baca Juga:  Ranperda Jalan Umum dan Khusus Batubara dan Sawit Rampung, Perubahan Tidak Sampai 50 Persen

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis pun berharap supaya pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota bisa menghidupkan lagi museum dan taman budaya di Benua Etam terutama pasca pandemi Covid-19 ini.

Advertisements

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, perlu dilakukan berbagai macam perbaikan agar masyarakat merasa nyaman berada di taman budaya maupun museum yang ada di Benua Etam ini.

“Saya harap Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pusat sebesar Rp6 miliar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk perbaikan. Masyarakat akan lebih nyaman datang ke taman budaya dan museum, mereka jadi lebih tahu tentang budaya dan sejarah kita seperti apa,” ucapnya, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga:  Isran Minta Semua Pihak Kawal Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Menurutnya, bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah dan budaya. Sebab, semua itu merupakan jati diri masyarakat Indonesia. “Kita nggak boleh meninggalkan jati diri tersebut, karena kita ini bangsa yang berbudaya,” jelasnya, di Ruang Fraksi PDI Perjuangan, Gedung D Komplek DPRD Kaltim jalan Teuku Umar, Kota Samarinda.

Wanita kelahiran Jakarta itu pun sangat mensupport sekali berbagai macam kegiatan kebudayaan dan kesenian di Benua Etam. “Ketika hari libur, banyak orang-orang yang berbondong-bondong pergi ke museum. Bayangkan jika museum itu nyaman, pasti para pengunjung bakalan betah berada di sana,” terangnya.

Advertisements

Pada intinya, museum bakal ramai ketika museum atau taman budaya itu menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. “Kalau nyaman akan semakin ramai, maka orang semakin tahu, semakin pintar, semakin menghargai sejarah, menghargai leluhur dan menghargai budaya kita,” tuturnya.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Keagamaan, PDI Perjuangan Sambangi PWNU Kaltim

“Jati diri kita sebagai bangsa itu loh, kita bisa perkuat dari unsur kebudayaan. Satu hal, kita harus punya pribadi yang kuat dalam berbudaya. Ini salah satunya, dengan revitalisasi taman budaya dan museum,” sambungnya.

(APR/ADV/DPRD Kaltim)

 

IKUTI BERITA KLAUSA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Advertisements

.

Bagikan

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co