Klausa.co

Kaltim Siapkan Peta Jalan Menuju Ekonomi Hijau

Dinas ESDM Kaltim dan Inspektorat Tambang saat Inspeksi Lubang bekas tambang milik KSU PUMMA, di Kel. Tanah Merah, Samarinda. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menyiapkan langkah strategis untuk keluar dari ketergantungan terhadap sumber daya tak terbarukan. Perubahan menuju energi bersih dan ekonomi hijau kini masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyebut perubahan arah kebijakan energi menjadi keharusan, bukan pilihan. Ia menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan dengan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kami berupaya menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial agar pembangunan di Kaltim tetap berkelanjutan,” ujar Bambang, Jumat (17/10/2025).

Selama ini, ekonomi Bumi Etam masih bertumpu pada sektor tambang, khususnya batu bara. Pada 2024, produksi batu bara daerah mencapai 436,7 juta ton, atau sekitar 52 persen dari total nasional, dan menyumbang hampir 39 persen terhadap PDRB Kaltim.

Baca Juga:  Workshop P4GN Bongkar Fakta dan Cara Selamatkan Samarinda dari Jeratan Narkoba

Namun, Bambang mengakui ketergantungan tersebut tidak bisa berlangsung selamanya. Pemprov kini tengah menyiapkan peta jalan transformasi ekonomi melalui Forum Konsultasi Daerah Transformasi Ekonomi, yang menjadi wadah penyusunan strategi menuju ekonomi rendah karbon.

Sedikitnya 15 kegiatan ekonomi disiapkan untuk menopang peralihan tersebut. Beberapa di antaranya ialah penguatan industri kelapa sawit dan turunannya, pengembangan udang windu, energi baru terbarukan (EBT), serta produksi oleopangan dan oleokimia seperti biodiesel dan fatty alcohol.

Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai daerah pionir dalam transisi energi di Indonesia.

“Pemerintah daerah, pelaku usaha, mitra pembangunan, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” tegas Bambang.

Baca Juga:  Dinkes Kaltim Pastikan Layanan GratisPol Tak Batasi Jumlah Peserta, Semua Warga Bisa Akses

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar transformasi energi tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar membawa Kaltim menuju masa depan yang hijau, tangguh, dan sejahtera. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co