Samarinda, Klausa.co – Lonjakan penggunaan internet saat libur panjang diprediksi kembali terjadi pada momen Lebaran tahun ini. Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) melakukan koordinasi dengan para operator telekomunikasi untuk menjaga kualitas jaringan.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekitar 24 penyedia layanan internet di daerah ini. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan jaringan tetap stabil meski trafik meningkat selama masa libur Idulfitri.
Menurut Faisal, peningkatan penggunaan internet saat hari besar keagamaan merupakan pola yang selalu terjadi setiap tahun. Karena itu, kesiapan operator menjadi faktor penting agar masyarakat tetap mendapatkan layanan yang optimal.
“Lonjakan trafik itu pasti terjadi setiap hari besar. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan sekitar 24 provider di Kaltim agar mereka siap memberikan layanan maksimal kepada masyarakat,” kata Faisal saat ditemui di Samarinda, pada Jumat (13/3/2026).
Dia menjelaskan, lonjakan trafik sebenarnya juga menjadi peluang bagi perusahaan penyedia layanan internet. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap koneksi digital, operator biasanya sudah menyiapkan kapasitas tambahan untuk menjaga kualitas jaringan.
Beberapa operator besar yang beroperasi di Kaltim seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, hingga ICON+ disebut telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan trafik tersebut.
“Provider biasanya sudah standby. Trafik tinggi bagi mereka juga berarti peluang bisnis, jadi mereka berkepentingan menjaga kualitas layanan,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan jaringan komersial, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga tetap menjalankan program internet gratis untuk desa selama masa libur Lebaran. Program yang dikenal dengan Gratispol Internet Desa tersebut ditujukan untuk memperluas akses informasi hingga ke wilayah pedesaan.
Faisal menegaskan, distribusi kuota internet untuk program tersebut tetap berjalan normal meski berada dalam periode libur panjang.
Faisal turut mengimbau para kepala desa agar tetap mengaktifkan perangkat WiFi di kantor desa sehingga masyarakat sekitar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Kami berharap perangkat WiFi di kantor desa tetap dinyalakan agar masyarakat bisa mengakses internet, setidaknya di area sekitar kantor desa,” jelasnya.
Hingga saat ini, program internet gratis dari Pemprov Kaltim telah menjangkau 802 desa. Sementara 39 desa lainnya masih dalam proses pemasangan jaringan pada tahun ini untuk mengejar target total 841 desa terhubung.
Di sisi lain, Faisal juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan tagihan layanan internet desa.
Dia menegaskan bahwa seluruh kerja sama layanan internet desa dilakukan langsung oleh Diskominfo Kaltim dengan penyedia layanan melalui kontrak tahunan.
“Ada laporan penipuan terkait tagihan internet bulanan di beberapa desa. Perlu kami tegaskan, program Internet Desa dari Pemprov Kaltim ini gratis dan tidak ada tagihan kepada desa, kecamatan, maupun kabupaten,” tegasnya. (Din/Fch/Klausa)

















