Samarinda, Klausa.co – DPD Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Kebijakan baru ditegaskan, siapa pun yang menjabat sebagai Ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota wajib siap maju sebagai calon kepala daerah.
Sekretaris DPD Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin atau yang akrab disapa Ayub, menyebut posisi ketua kini bukan sekadar jabatan struktural, melainkan bagian dari strategi politik partai untuk memenangkan kontestasi eksekutif di daerah.
“Jadi memang kita punya agenda bahwa yang menjadi Ketua Golkar di Kabupaten/Kota itu adalah menjadi calon kepala daerah. Jadi salah satu syaratnya itu. Kalau dia nggak mau jadi calon kepala daerah, nggak kami majukan sebagai ketua,” ujar Ayub, Sabtu (4/4/2026).
Kebijakan ini, kata Ayub, menjadi sinyal tegas bahwa Golkar tengah mencari figur petarung yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki elektabilitas dan keberanian bertarung di Pilkada.
Menurutnya, partai tidak akan memberikan ruang bagi kader yang enggan maju atau dinilai tidak memiliki potensi sebagai calon kepala daerah.
“Yang pasti, yang jadi calon kuat itu dan menjadi ketua itu orang yang maju sebagai kepala daerah. Itu aja kuncinya,” tegasnya.
Lebih jauh, Ayub menjelaskan bahwa posisi ketua sangat strategis karena memegang kendali penuh atas mesin partai. Jika kandidat kepala daerah bukan berasal dari pucuk pimpinan, maka efektivitas pergerakan politik dinilai akan sulit maksimal.
“Ini sangat penting. Karena dia pemimpin organisasi, mesin partai dia pegang. Jadi kalau dia bukan jadi ketua, sulit dia menggerakkan mesin partai,” jelasnya.
Saat disinggung soal sejumlah nama yang kini mencuat, seperti Andi Satya Adi Saputra dan Hasanuddin Mas’ud (Hamas), Ayub tidak menampik adanya potensi dari figur-figur tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tetap bergantung pada siapa yang nantinya menduduki kursi Ketua DPD Golkar di daerah.
“Siapa nanti yang terpilih menjadi Ketua Golkar Samarinda atau Ketua Golkar di kabupaten/kota, dialah yang akan kita usung menjadi calon kepala daerah. Itu intinya,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)













