Klausa.co

DPRD Soroti Mandeknya Nilai Tambah Perikanan Bontang: Hilirisasi Mendesak Dipercepat

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Potensi perikanan Bontang yang selama ini digembar-gemborkan melimpah justru belum banyak mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir. Tanpa industri pengolahan yang memadai, sektor ini masih berhenti pada penjualan ikan mentah, nilai tambahnya tidak kembali ke nelayan.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Shemmy Permata Sari, menyebut kondisi itu sebagai tanda masih lebarnya jarak antara kekuatan produksi lapangan dan kesiapan infrastruktur industri. Ia menilai Bontang membutuhkan fasilitas hilirisasi yang lebih serius agar ekonomi perikanan tidak terus berputar di lingkaran lama.

“Potensi kita besar, tetapi masyarakat belum menikmati nilai tambahnya karena fasilitas industrinya belum sejalan dengan dinamika sektor perikanan,” ujar Shemmy, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, pembangunan industri pengalengan ikan tidak lagi bisa dianggap sebagai proyek teknis biasa. Keberadaan industri ini akan menjadi fondasi ekosistem ekonomi pesisir yang lebih solid, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan pasar bagi nelayan yang selama ini rentan terhadap fluktuasi.

Baca Juga:  Sapto Setyo Pramono: Samarinda Perlu Revolusi Sampah dari Rumah Tangga

“Industri pengalengan ini penting, bukan hanya soal pabrik, tetapi soal keberlanjutan ekonomi. Dengan adanya industri pengolahan, nelayan bisa mendapatkan harga yang lebih stabil,” katanya.

Shemmy menjelaskan, ketidakpastian pasar selama bertahun-tahun membuat pendapatan nelayan sulit diprediksi. Kehadiran industri pengalengan diyakini menjadi penyangga utama untuk mengamankan pendapatan sekaligus membuka peluang ekspor bagi produk perikanan Bontang.

Dampak hilirisasi, lanjutnya, juga akan meluas ke sektor lain. Industri pengolahan akan menciptakan lapangan kerja baru dan membuka ruang mobilitas ekonomi bagi generasi muda Bontang yang membutuhkan peluang kerja lebih beragam.

“Ini bukan hanya pembangunan industri, tetapi pembangunan masa depan ekonomi masyarakat Bontang. Efeknya akan luas, terutama bagi kesempatan kerja,” tegasnya.

Baca Juga:  Tio Sebut Kenaikan BBM Pertamax Menyesuaikan Harga Minyak Dunia

Shemmy menutup dengan mengingatkan bahwa tanpa hilirisasi, potensi besar sektor perikanan hanya akan menjadi angka produksi dalam laporan resmi—tanpa manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

“Bontang perlu langkah nyata agar potensi ini tidak berhenti sebagai statistik. Hilirisasi harus menjadi prioritas,” ujarnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co