Klausa.co

DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Pendidikan, Minta Beasiswa dan SMP Ditambah

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Tahun 2026 tak hanya berkutat pada laporan anggaran. DPRD Kota Samarinda menyoroti persoalan pendidikan yang dinilai masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, mulai dari keterbatasan daya tampung sekolah hingga akses beasiswa yang belum merata.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan pemerintah daerah perlu memperluas program beasiswa agar dapat menjangkau lebih banyak pelajar berprestasi dan masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, dukungan pendidikan tidak boleh berhenti di jenjang dasar maupun perguruan tinggi strata satu. Pemerintah juga didorong membuka ruang pembiayaan bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktoral.

Baca Juga:  Ditekan Aksi Massa, Rudy Mas’ud Hapus Peran Keluarga di Struktur Pemprov

“Pemkot Samarinda perlu memperluas program beasiswa, baik bagi masyarakat kurang mampu maupun peserta didik berprestasi,” kata Rohim, Senin (18/5/2026).

Dia menilai keberadaan beasiswa S2 dan S3 penting untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di masa mendatang. Menurutnya, investasi pendidikan jangka panjang menjadi kunci peningkatan kualitas daerah.

Selain soal beasiswa, DPRD juga menyoroti persoalan klasik yang terus berulang setiap tahun ajaran baru, yakni keterbatasan kapasitas sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Samarinda.

Jumlah lulusan sekolah dasar disebut tidak sebanding dengan daya tampung SMP yang tersedia, terutama di sejumlah kawasan padat penduduk. Kondisi itu membuat sebagian siswa kesulitan mendapatkan sekolah lanjutan.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Kaltim Akan Cek Pelaksanaan PPDB 2023 di Beberapa Sekolah

“Masih terdapat lulusan sekolah dasar yang kesulitan memperoleh sekolah lanjutan karena kapasitas SMP negeri di beberapa wilayah belum memadai,” tegasnya.

Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Samarinda menyusun basis data pendidikan yang lebih akurat sebagai landasan pembangunan sekolah baru. Fokus pembangunan diarahkan pada wilayah dengan jumlah lulusan SD tinggi namun minim fasilitas pendidikan lanjutan.

Rohim menegaskan DPRD akan terus mengawal pemerataan akses pendidikan di Samarinda agar seluruh pelajar memiliki kesempatan belajar yang layak dan berkualitas. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co