Berau, Klausa.co – Ratusan pemuda di Kabupaten Berau, dikumpulkan untuk memperkuat organisasi, menanamkan nilai toleransi, dan membekali mereka menjadi pemimpin masa depan. Lewat kegiatan bertajuk Sosialisasi Penguatan Organisasi Sosial Kemasyarakatan Pemuda dan Moderasi Beragama, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) bersama Pemkab Berau menggelar pelatihan selama dua hari, pada 9-10 Juli 2025, di Aula Balai Mufakat, Berau.
Sebanyak 300 pemuda berusia 16 hingga 30 tahun dari berbagai organisasi kepemudaan terlibat aktif dalam sosialisasi ini. Mereka didorong untuk tak hanya aktif di organisasi, juga berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat yang multikultur.
Sekretaris Dispora Berau, Kesuma Sirajuddin, menegaskan bahwa pembinaan semacam ini penting agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman.
“Pemuda harus dibina sejak dini. Ini bukan sekadar soal organisasi, tapi juga bagaimana menumbuhkan karakter, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan,” ujar Kesuma.
Kesuma juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama di Berau adalah kekayaan yang harus dijaga. Karena itu, nilai toleransi perlu terus ditanamkan agar tak ada ruang bagi perpecahan.
“Forum seperti ini harus menjangkau semua wilayah. Pemuda di pelosok juga harus punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berperan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Hasbar Mara. Ia menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran Karang Taruna, salah satu organisasi pemuda terbesar di Indonesia.
“Karang Taruna ini besar, ada sampai tingkat RT. Tapi kalau tidak aktif, hanya jadi nama. Kami dari Dispora Kaltim terus mendukung dengan bantuan sekretariat, fasilitas, dan penguatan koordinasi,” jelas Hasbar.
Selain itu, Hasbar juga menuturkan, pemuda harus dibentengi dari paham-paham intoleran yang bisa memecah belah persatuan bangsa. Ia berharap para pemuda yang dibina kelak bisa menjadi penjaga toleransi dan persatuan di tengah gempuran arus informasi yang tak selalu sehat.
“Kita ingin mereka jadi benteng persatuan, bukan korban provokasi,” tegasnya. (Yah/Fch/Klausa)















