Klausa.co

Dispar Kaltim Gandeng Perusahaan untuk Kembangkan Desa Wisata di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mulai mengubah arah kebijakan pengembangan pariwisata. Dalam tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, Dispar memilih jalur kolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan program desa wisata tetap berjalan dan berkembang.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan pendekatan lintas sektor ini akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik setiap daerah. Tujuannya agar pengembangan desa wisata bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

β€œKita berupaya tetap berinovasi dengan melibatkan pihak perusahaan agar pengembangan desa wisata bisa berkelanjutan,” ujar Ririn, Senin (27/10/2025).

Melalui skema baru ini, setiap kabupaten dan kota akan dipasangkan dengan perusahaan yang relevan. Misalnya, di Kutai Timur, Dispar Kaltim akan bermitra dengan PT Indexim dan KPC untuk membantu desa wisata naik kelas dari kategori berkembang menjadi maju.

Baca Juga:  Ditekan Aksi Massa, Rudy Mas’ud Hapus Peran Keluarga di Struktur Pemprov

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Desa Wisata yang disahkan pada Juli lalu. Regulasi itu memperjelas pembagian peran antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga kementerian.

Ririn menjelaskan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan dan lembaga untuk memperluas dukungan, di antaranya PT Indominko, PLN Nusantara, Bayan Group, BPP Migas, serta Bank Indonesia Samarinda dan Balikpapan.

β€œKe depan, kita akan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi defisit anggaran tahun depan,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama yang dijalin tak hanya difokuskan pada penyediaan infrastruktur, tapi juga peningkatan tata kelola, promosi digital, hingga pembentukan paket wisata terpadu.

Baca Juga:  Perda RPJMD Samarinda 2021-2026 Disahkan, Ini 10 Program Visi Misi Andi Harun-Rusmadi

β€œArahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur menekankan pentingnya menyusun paket destinasi unggulan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ucapnya.

Dari hasil pemetaan potensi yang sedang dilakukan, Dispar Kaltim akan menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah daerah dan mitra perusahaan.

Beberapa desa wisata yang kini menjadi fokus penguatan antara lain Kampung Wisata Tapak Raja di Samarinda yang masuk dalam wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), serta Desa Pela di Kutai Kartanegara yang telah berstatus maju dan mandiri.

Selain itu, Dispar juga menjalin kemitraan dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Kaltim untuk program pelatihan dan pendampingan pengelolaan wisata di sejumlah lokasi, termasuk Desa Wisata Kaliurang.

Baca Juga:  Dari Kapal Pesut Harmony, Dispar Kaltim Rumuskan Peta Jalan Desa Wisata 2026

Sebagai bagian dari strategi pariwisata daerah, Dispar tengah menyiapkan klaster destinasi unggulan berbasis potensi lokal seperti Pantai Beras Basah di Bontang, Kampung Budaya Pampang di Samarinda, hingga Kampung Tenun Cagar Budaya Kalimantan Timur.

Tak berhenti di situ, Dispar Kaltim juga menyiapkan konektivitas baru untuk memperluas akses wisatawan. Salah satunya melalui pembukaan rute penerbangan dari Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam) ke Balikpapan, serta rencana penerbangan Samarinda-Berau yang akan memperkuat arus wisata ke wilayah utara Kaltim.

β€œPeluang-peluang ini akan kita manfaatkan lewat promosi pariwisata, termasuk melalui agenda MICE dan table top meeting bersama pelaku industri,” tutup Ririn. (Din/Fch/Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightβ“‘ | 2021 klausa.co