Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Bantu Korban Bencana Banjir Bandang, Legislator Karangpaci Buka Dapur Umum di Kutim

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Fraksi PPP Rizky Amalia (Foto Pribadi/Apr)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Fraksi PPP Rizky Amalia menyalurkan sejumlah paket sembako serta membuka dapur umum untuk membantu korban banjir di daerah Sangatta, Kutai Timur.

Ia mengaku prihatin sehingga hatinya tergerak untuk membantu korban bencana banjir bandang yang berada di daerah pemilihannya.

“Saya prihatin dan tergerak untuk membantu masyarakat Kutim yang mengalami musibah banjir bandang. Saya juga merasa sedih karena pemerintah sangat lambat menangani musibah tersebut, meski saat ini sudah mulai ditangani,” ucap Wanita kelahiran 1990 itu di Kompleks DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar pada Senin (21/3/2022).

Oleh sebab itu, Rizky berinisiatif untuk membuat dapur umum atau posko pembagian nasi bungkus di dua wilayah yaitu Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Baca Juga:  Pemprov Kaltim Galakan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Advertisements

“Saya membagikan sembako dan makanan yang langsung bisa dikonsumsi. Karena posisi saya saat ini di Samarinda, maka saya meminta anggota di sana untuk membuatkan nasi bungkus dan bagi-bagi sembako,” ungkapnya.

Penyaluran sembako dan nasi bungkus ini kata wanita kelahiran Samarinda itu, merupakan hasil tabungannya sendiri.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak Anggota DPRD Kaltim lainnya untuk menyisihkan rezekinya agar dapat membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Saya harap pemerintah atau siapapun itu dapat menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara kita yang terdampak langsung akibat musibah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Masa Kerja Pansus Investigasi Pertambangan dan Pansus RTRW Kaltim Diperpanjang 3 Bulan
Advertisements

Menurut Rizky, terjadinya banjir di daerah Kutai Timur ini karena sampah semakin menumpuk dan berserakan serta kerusakan alam yang terus terjadi secara masif.

Selain itu, karena normalisasi sungai di kawasan tersebut tidak dilakukan secara maskimal dan akhirnya menyebabkan air mudah meluap saat musim hujan.

“Penyebabnya karena sampah kemudian normalisasi sungai juga kurang maksimal. Ini ujian luar biasa untuk Kutim, semoga segera teratasi semua hal yang menyebabkan banjir di daerah tersebut,” terangnya.

Baca Juga:  Empat Gubernur Keluarkan Uneg-unegnya Terhadap Pembagian DBH untuk Daerah Penghasil SDA

(APR/ADV/DPRD Kaltim)

Advertisements

Bagikan

prolog dan benuanta

Anda tidak berhak menyalin konten Klausa.co

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co