Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meresmikan Ruas Jalan Tering-Ujoh Bilang Segmen I hingga IV, Rabu (7/1/2026). Infrastruktur ini menandai terbukanya akses darat yang selama puluhan tahun dinantikan warga Mahakam Ulu (Mahulu), wilayah yang selama ini bergantung hampir sepenuhnya pada transportasi sungai.
Ruas jalan tersebut memiliki panjang efektif 28,325 kilometer, dengan panjang efisien sekitar 19,280 kilometer. Jalan ini menghubungkan Kutai Barat (Kubar) dan Mahulu, sekaligus menjadi jalur alternatif yang diharapkan mampu memutus isolasi wilayah pedalaman Kaltim.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, bukan sekadar membuka konektivitas fisik antarwilayah.
“Jalan ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Mobilitas lebih lancar, biaya logistik menurun, dan hasil produksi warga bisa lebih cepat keluar dari Mahulu,” kata Rudy saat peresmian.
Selama ini, masyarakat Mahulu mengandalkan jalur Sungai Mahakam menggunakan speedboat dan kapal kayu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketergantungan tersebut membuat ongkos transportasi tinggi dan mobilitas sangat bergantung pada cuaca serta kondisi debit air.
Menurut Rudy, kehadiran jalur darat menjadi solusi jangka panjang untuk memangkas waktu tempuh sekaligus menekan biaya distribusi barang dan jasa.
Tersambungnya Mahulu dengan Kubar juga membuka akses masyarakat menuju pusat-pusat pelayanan di Samarinda, Balikpapan, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemprov Kaltim menilai jalur ini akan mempercepat pergerakan orang dan barang dari wilayah pedalaman ke pusat pertumbuhan ekonomi.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal keadilan pembangunan. Setelah lebih dari delapan dekade kemerdekaan, Mahakam Ulu akhirnya benar-benar terhubung dengan wilayah lain,” ujarnya.
Di balik peresmiannya, proyek Jalan Tering-Ujoh Bilang tergolong kompleks. Ruas Kubar-Mahulu masih berstatus nonstatus, sehingga pembangunannya melibatkan pembiayaan lintas pemerintahan. Pendanaan bersumber dari APBN, APBD Provinsi Kaltim, serta APBD Kabupaten Mahulu.
Total panjang jalan Kubar-Mahulu mencapai 136 kilometer. Pembangunan dari STA 0 Simpang Tiga Purworejo, Kecamatan Tering, hingga STA 10 dikerjakan pemerintah pusat. Segmen STA 10 hingga STA 41 ditangani Pemprov Kaltim, kemudian dilanjutkan kembali oleh pemerintah pusat pada STA 41 hingga STA 117.bSementara ruas STA 117 hingga STA 136 menuju Ujoh Bilang dibangun melalui APBD Mahakam Ulu.
Pemprov Kaltim juga memastikan akan melengkapi ruas tersebut dengan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) setelah seluruh pekerjaan konstruksi rampung, guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Rudy menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya pembangunan, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan mengingat kondisi geografis Mahulu yang berat.
“Peresmian bukan akhir. Jalan ini harus dirawat agar tetap bisa digunakan sepanjang tahun,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)















