Lompat ke konten utama

Klausa.co

Dua Magnet Wisata Kaltim, Erau dan Geopark Sangkulirang Jadi Andalan Pariwisata

Kegiatan bincang-bincang bertema "Dua Warisan, Satu Pesona Kalimantan Timur, yang digelar Dinas Pariwisata Kaltim.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan dua kekuatan berbeda untuk memperluas daya tarik pariwisatanya. Festival Erau Kutai Kartanegara menawarkan kekayaan tradisi dan budaya, sementara Geopark Sangkulirang-Mangkalihat mengandalkan bentang alam karst, nilai ekologis, serta warisan geologi dan budaya yang dimilikinya.

Dua potensi tersebut menjadi bahasan utama dalam kegiatan Bincang-Bincang Parekraf bertema “Dua Warisan, Satu Pesona Kalimantan Timur” yang digelar di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026). Forum yang dimoderatori Dwi Rahmawati itu mempertemukan pemerintah, pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, media, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk membahas arah pengembangan dua destinasi tersebut.

Dari sisi budaya, Festival Erau kembali membawa tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai daya tarik utama. Kepala Kantor Staf Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Hario Noto Negoro, mengatakan pelaksanaan Erau tahun ini mengangkat tema tentang hubungan raja dan rakyat.

“Yang Erau itu adalah rakyat, sementara yang mengeraukan adalah kerabat, dan yang dieraukan itu rajanya. Jadi bagaimana raja menjaga rakyatnya, itu yang menjadi gambaran tahun ini,” ujarnya.

Pelaksanaan Erau tidak hanya berpusat di kawasan keraton. Sejumlah agenda juga disiapkan di Kedaton, Stadion Rondong Demang Tenggarong, hingga Kutai Lama yang menjadi salah satu titik asal-usul perjalanan sejarah Kutai.

Baca Juga:  Atlet Kaltim Panen 21 Medali SEA Games, Pemprov Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Konsep tersebut sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam perhelatan Erau. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak terpusat di kawasan keraton, tahun ini panggung seni dan budaya diperluas dengan melibatkan generasi muda serta komunitas.

Di sisi lain, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menawarkan kekuatan yang berbeda. Lead, External Affair and Policy Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Niel Makinuddin, menyebut kawasan tersebut memiliki bentang alam karst tropis yang menjadi salah satu kekuatan penting Kaltim.

Posisinya juga dinilai strategis karena berada di tengah perkembangan Kaltim sebagai kawasan pertumbuhan baru, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Geopark dinilai memiliki peluang dikembangkan sebagai ruang pendidikan, penelitian, konservasi sekaligus geowisata.

“Di periode kemarau seperti sekarang, bentang alam karst ini bisa berfungsi seperti tandon air, yang memastikan wilayah sekitar tidak mengalami kekeringan,” ucapnya.

Menurutnya, kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengubah pola ekonomi daerah yang selama ini banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam ekstraktif menuju ekonomi yang berbasis konservasi, pariwisata berkelanjutan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

YKAN mencatat, dari sekitar 22 ribu kilometer persegi bentang alam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan potensi karbon yang besar. Total simpanan karbon yang disebut mencapai 211.796,82 kiloton, dengan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon Kaltim sebesar 25,8 persen berdasarkan jumlah emisi tahun 2012.

Baca Juga:  Pemkot Samarinda Akan Tutup Taman Buah Sementara Waktu Perbaiki Sistem

Namun, dua kekuatan wisata itu dinilai perlu dipertemukan dalam sebuah produk perjalanan yang lebih terarah. Pengurus DPC ASITA Balikpapan, Sutriadi, melihat Erau dan Geopark dapat dikemas sebagai satu rangkaian perjalanan bagi wisatawan.

“Kalau dikemas dengan baik, Erau dan Geopark bisa menjadi satu rangkaian perjalanan. Wisatawan datang karena event budayanya, kemudian kita tawarkan pengalaman alam, geologi, dan budaya Kaltim dalam satu paket,” katanya.

Menurutnya, tantangan pariwisata Kaltim bukan semata mendatangkan wisatawan, tetapi membuat mereka tinggal lebih lama dan bergerak ke berbagai destinasi.

“Jangan sampai wisatawan datang ke Kaltim hanya untuk melihat satu event, foto, kemudian pulang. Kita harus membuat mereka punya alasan untuk tinggal lebih lama dan mengunjungi destinasi lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Direktorat PEPK LMSt OJK Kaltim-Kaltara, Misyar Bonowisanto, menilai Erau dan Geopark seharusnya mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, terutama bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di sekitar destinasi.

“Erau dan Geopark jangan hanya dilihat dari sisi pariwisatanya, tetapi bagaimana keduanya bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat. Ketika kunjungan wisata meningkat, harus ada UMKM lokal, pelaku ekonomi kreatif, akomodasi, kuliner hingga jasa transportasi yang ikut mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Arisan Online Bodong, Selebgram Samarinda Diduga Tipu Ratusan Juta

Di akhir agenda, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Muhammad Faisal, meminta Samarinda dan Balikpapan ikut mengambil peran karena kedua kota tersebut menjadi pintu masuk dan tempat menginap banyak wisatawan.

“Promosikan Erau, Samarinda, Balikpapan. Ayolah, jangan merasa itu punya Tenggarong sehingga tidak mau ikut mempromosikan. Harus sama-sama promosi,” tegas Faisal.

Bahkan, Dispar Kaltim membuka opsi menyediakan shuttle gratis bagi wisatawan yang menginap di hotel di Samarinda maupun Balikpapan dan ingin menghadiri Festival Erau di Kukar.

“Kalau perlu kita sediakan shuttle gratis dari Samarinda ke Kukar, dari Samarinda ke Erau. Berangkat dan pulang gratis untuk orang yang datang ke hotel untuk ke sana. Begitu juga dari Balikpapan, kami sediakan. Kami carikan busnya,” ujarnya.

Menurut Faisal, skema tersebut masih perlu dibicarakan bersama agar pembagian peran dan pembiayaannya jelas. Tujuannya, konektivitas wisata tidak justru menjadi beban satu pihak.

“Kita tanggung apa, siapa tanggung apa, nanti semuanya bisa aman. Supaya jangan jadi beban untuk menarik wisatawan,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co