Klausa.co

Pengelolaan Dana Hibah LPTQ Kaltim, Pemprov Tegaskan Tanpa Temuan BPK

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menepis isu miring terkait pengelolaan dana hibah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim. Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim memastikan seluruh aliran dana tahun anggaran 2024 dan 2025 telah melalui proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanpa catatan pelanggaran.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa transparansi anggaran menjadi prioritas dalam mendukung kegiatan keagamaan di Benua Etam.

“Terkait dugaan tidak adanya proses audit BPK untuk anggaran LPTQ tahun 2024 dan 2025, kami pastikan audit sudah dilakukan. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada temuan,” ujar Dasmiah saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Dasmiah memaparkan, alokasi dana hibah LPTQ memiliki lonjakan pada 2024 yang mencapai Rp124 miliar. Angka tersebut mencakup tanggung jawab besar Kaltim sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Baca Juga:  Enam Kejanggalan Coklit di Kaltim, Bawaslu Imbau KPU dan Masyarakat Awasi Pemutakhiran Data Pemilih

Sementara itu, pada 2025 alokasi dana sebesar Rp50 miliar difokuskan pada penguatan pembinaan peserta, pemberangkatan kafilah ke Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional di Kendari, hingga pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di Kutai Timur.

Selain isu anggaran, posisi Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, sebagai Ketua LPTQ Kaltim turut menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Dasmiah menyebut posisi tersebut merupakan hal lumrah dan bukan bentuk konflik kepentingan.

Menurutnya, kepengurusan LPTQ di berbagai daerah di Indonesia memang melekat pada jabatan struktural pemerintah.

“Di seluruh Indonesia, ketua LPTQ umumnya dijabat sekda atau wakil gubernur. Di Kaltim, saat pergantian pengurus 2024, posisi ketua dipercayakan kepada sekda. Begitu pula dengan jabatan saya sebagai Kepala Biro Kesra yang otomatis masuk dalam kepengurusan; ketika saya tidak lagi menjabat, maka posisi di LPTQ pun berakhir,” jelasnya.

Baca Juga:  G20 Ajang Promosikan Pariwisata Kaltim

Dasmiah menekankan bahwa investasi anggaran yang digelontorkan membuahkan hasil signifikan bagi prestasi Kaltim di kancah nasional maupun internasional.

Sepanjang 2025 hingga 2026, tercatat lima peserta binaan LPTQ Kaltim sukses membawa pulang delapan gelar juara di berbagai ajang MTQ tingkat internasional. Di antaranya, Qari Imranul Karim yang mencatatkan prestasi gemilang dengan empat gelar juara pertama.

Pencapaian prestisius lainnya diraih pada ajang STQH Nasional 2025 di Kendari. Mengirimkan 22 peserta, Kaltim berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengantongi tujuh juara pertama, tiga juara kedua, empat juara ketiga, serta sejumlah posisi juara harapan.

“Seluruh capaian ini menjadi bukti bahwa dana hibah yang dikelola benar-benar berdampak pada pengembangan bakat kafilah Kaltim,” tutup Dasmiah. (Din/Fch/Klausa)

Baca Juga:  Pengamat Politik Unmul: Ketidakpastian Ekonomi dan Politik Bikin Masyarakat Pilih #KaburAjaDulu

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co