Klausa.co

Tak Harus Energi Terbarukan, Green Jobs Bisa Tumbuh dari UMKM

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH), Dicky Edwin Hindarto.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Saat masa depan ekonomi daerah mulai diarahkan untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada batu bara, Samarinda dinilai memiliki peluang besar mengembangkan green jobs. Bukan hanya melalui sektor energi terbarukan, juga bisa lewat UMKM, industri kreatif, produk lokal, hingga usaha berbasis ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH), Dicky Edwin Hiendarto, mengatakan konsep green jobs tidak selalu identik dengan pekerjaan di sektor energi terbarukan atau perusahaan lingkungan. Menurutnya, pekerjaan hijau dapat lahir dari berbagai aktivitas ekonomi yang memperhatikan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan.

“Green jobs itu sebetulnya hanya sebutan bagi lapangan pekerjaan yang berwawasan lingkungan. Jadi tidak harus bekerja di perusahaan lingkungan. UMKM pun bisa masuk kategori green jobs,” ujarnya saat kegiatan pelatihan jurnalis yang digelar YMH, di Samarinda, Rabu (24/6/2026).

Dicky menjelaskan, Kota Tepian punya banyak peluang untuk mengembangkan pekerjaan hijau melalui sektor usaha kecil dan menengah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai pengganti produk sekali pakai yang sulit terurai.

Baca Juga:  Sektor Tambang Masih Dominan, Ekowisata Diusulkan Jadi Arah Baru Ekonomi Kaltim

Dia mencontohkan, penggunaan besek bambu sebagai wadah daging kurban yang mulai banyak digunakan di sejumlah daerah. Menurutnya, inovasi sederhana seperti itu mampu mengurangi penggunaan jutaan kantong plastik sekali pakai sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Idenya sederhana, bagaimana mengurangi sampah plastik dengan produk yang bisa digunakan kembali atau mudah terurai. Itu sudah termasuk green jobs,” katanya.

Selain itu, produk berbahan alami seperti peralatan makan dari kayu, kerajinan berbasis bahan ramah lingkungan, hingga kain dengan pewarna alami juga memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Bahkan, produk-produk tersebut kerap memiliki nilai jual lebih tinggi karena menyasar konsumen yang peduli terhadap isu lingkungan.

Baca Juga:  Penerapan Kurikulum Merdeka di Kaltim, Mesti Dimulai dari Kesiapan Guru

Dicky menilai, sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Produk khas daerah seperti Sarung Samarinda, misalnya, dapat diposisikan sebagai produk hijau apabila proses produksinya memperhatikan aspek keberlanjutan dan penggunaan bahan yang ramah lingkungan.

“Banyak produk lokal yang sesungguhnya sudah memenuhi prinsip ramah lingkungan, hanya belum dipromosikan sebagai bagian dari green jobs,” ujarnya.

Lebih jauh, Dicky juga menyoroti peluang pemanfaatan lahan pascatambang untuk kegiatan ekonomi produktif. Ia mencontohkan pengembangan kopi liberika di lahan bekas tambang di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang kini berhasil menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Awalnya kopi liberika kurang diminati dibanding arabika maupun robusta. Namun melalui pengelolaan yang baik dan inovasi produk, kopi tersebut kini mampu menembus pasar luar daerah dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat,” katanya.

Baca Juga:  Hari Anti Narkoba Internasional, Satops Patnal Kemenkumham Kaltim Geledah Lapas Narkotik Samarinda

Tidak hanya menjual kopi, kelompok petani juga memanfaatkan limbah hasil pengolahan kopi untuk berbagai kebutuhan lain, mulai dari bahan bakar hingga pewarna kain. Menurut Dicky, praktik tersebut menunjukkan bahwa konsep ekonomi hijau dapat terus berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

Dia menambahkan, bahwa tren pasar global saat ini juga mulai mengarah pada produk-produk berlabel zero carbon atau rendah emisi. Karena itu, pelaku usaha lokal perlu mulai melihat peluang tersebut sebagai pasar masa depan.

“Yang menentukan berhasil atau tidaknya green jobs adalah kreativitas. Kesempatan itu ada, tinggal bagaimana masyarakat, terutama anak muda, mampu mengembangkan ide dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co