Samarinda, Klausa.co – Proses seleksi calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak penting. Sebanyak 82 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka bersiap menghadapi tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), mulai dari penulisan makalah hingga presentasi dan wawancara akhir.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyambut baik proses ini namun menegaskan bahwa seleksi tidak boleh jadi agenda seremonial belaka. Ia berharap, hasil akhirnya benar-benar menghasilkan figur yang mampu membawa perubahan nyata di tubuh BUMD.
“Perusda ini mestinya bisa jadi mesin penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan malah terus-terusan berharap disuntik APBD,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).
Ananda menilai selama ini banyak BUMD di Kaltim tidak dikelola secara progresif. Target kerja cenderung minimalis dan hanya mengejar capaian administratif semata, tanpa strategi bisnis yang kuat.
“Seringnya target itu kayak formalitas saja. Padahal ini lembaga usaha milik pemerintah daerah. Harusnya dijalankan oleh orang-orang visioner, yang punya jaringan luas dan peka membaca arah pasar,” tegasnya.
Ia juga meminta agar proses seleksi benar-benar memilih sosok dengan visi dan kemampuan mengelola bisnis secara mandiri, bukan yang hanya pandai meminta tambahan penyertaan modal.
“Biasanya, habis dilantik yang dipikirkan cuma penyertaan modal. Harusnya bisa berpikir lebih cerdas dan inovatif untuk mendongkrak pendapatan,” ucap politikus PDI Perjuangan itu.
Ananda menyatakan pihaknya percaya pada integritas Tim Seleksi (Timsel), namun tetap berharap seleksi ini mampu menghasilkan direksi yang tangguh di lapangan. (Din/Fch/Klausa)













