Samarinda, Klausa.co – Pembangunan Pasar Pagi Baru di Kecamatan Samarinda Kota dinyatakan telah selesai sepenuhnya. Aktivitas yang masih terlihat di sekitar kawasan pasar belakangan ini bukan lanjutan proyek pasar, melainkan pekerjaan rehabilitasi saluran drainase yang berdiri sebagai paket terpisah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Pagi, Hendra Irawan, menegaskan tidak ada lagi pekerjaan fisik yang menjadi tanggung jawab proyek pasar. Seluruh tahapan pembangunan telah dituntaskan sesuai kontrak.
“Bangunan pasar, instalasi listrik, air, hingga fasilitas pendukung sudah rampung. Serah terima aset juga sudah dilakukan, dan pengelolaan sekarang berada di bawah Dinas Perdagangan,” ujar Hendra, Senin (15/12/2025).
Dia menjelaskan, pekerjaan drainase yang saat ini dikerjakan berada di luar lingkup proyek Pasar Pagi. Saluran tersebut menghubungkan Jalan KH Khalid dan Jalan Jenderal Sudirman hingga ke Sungai Mahakam, sehingga tidak bisa disamakan dengan pekerjaan pasar.
“Dari sisi progres, tidak ada yang tertunda. Mulai dari konstruksi sampai pemasangan instalasi penunjang, semuanya sudah kami selesaikan sesuai ruang lingkup pekerjaan,” katanya.
Menanggapi keluhan sejumlah pedagang terkait listrik, Hendra memastikan fasilitas dasar telah tersedia. Namun, penyesuaian teknis lanjutan menjadi kewenangan pengelola pasar.
“Kebutuhan dasar sudah ada. Kalau ada peningkatan daya atau penyesuaian teknis lain, itu menjadi tanggung jawab pengelola,” ujarnya.
Sementara untuk fasilitas di luar bangunan utama, seperti pagar pembatas kawasan, Hendra menyebut hal tersebut tidak termasuk dalam paket pekerjaan proyek. Meski begitu, pengamanan pasar tetap disiapkan.
“Di bagian depan dan belakang akan dipasang bollard sebagai pembatas agar kendaraan tidak masuk. Pengelola juga menyiapkan petugas keamanan 24 jam,” jelasnya.
Saat ini, pengelolaan Pasar Pagi sepenuhnya berada di bawah koordinasi Dinas Perdagangan sesuai arahan Sekretariat Daerah. Utilitas air bersih pun disebut sudah terpasang sejak awal proyek.
“Air sudah tersedia. Pasar siap digunakan begitu pedagang mulai menempati kios dan bangsal,” pungkas Hendra. (Din/Fch/Klausa)
















