Samarinda, Klausa.co – Distribusi guru di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi sorotan. Saat sekolah-sekolah di perkotaan memiliki tenaga pendidik berlebih, banyak sekolah di pesisir dan pedalaman justru berjalan dengan kekurangan guru mata pelajaran inti. Kesenjangan ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima siswa.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), menyebut situasi tersebut sebagai persoalan lama yang tak kunjung selesai. Ia mengatakan sejumlah sekolah di wilayah terpencil masih bertumpu pada tenaga honorer, yang jumlah dan kompetensinya terbatas. Bahkan ada sekolah yang terpaksa meminta satu guru menangani beberapa mata pelajaran sekaligus.
“Ini jelas tidak ideal, baik bagi guru maupun siswa,” kata Hamas, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, penataan distribusi guru perlu dibenahi secara transparan dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Jumlah siswa, kondisi geografis, hingga akses menuju sekolah harus menjadi variabel utama dalam pengambilan keputusan, bukan hanya formasi administratif di atas kertas.
Hamas juga menyoroti minimnya insentif bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil. Ia menilai penghargaan yang layak, mulai tunjangan, fasilitas pemukiman, hingga jaminan keamanan, merupakan hal dasar untuk menjaga motivasi para pendidik yang menjalankan tugas negara di garis terluar.
“Mereka membawa misi besar mencerdaskan anak bangsa. Sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan dan fasilitas sepadan,” ujarnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)














