Samarinda, Klausa.co – Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Hj Meiliana, birokrat perempuan pertama yang menembus puncak karier sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, tutup usia pada Selasa (7/4/2026) pukul 18.00 Wita.
Kepergian sosok yang karib disapa Bunda Meiliana ini meninggalkan luka mendalam bagi dunia birokrasi Benua Etam. Selama masa pengabdiannya, Meiliana tidak hanya dikenal sebagai administrator yang cakap, tetapi juga mentor bagi banyak generasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim, Syarifah Alawiyah, menyebut almarhumah sebagai figur sentral dalam perjalanan kariernya. Di matanya, Meiliana adalah kombinasi antara pemimpin yang jenaka namun tetap berwibawa dalam mentransfer ilmu.
”Beliau adalah guru dan motivator saya. Mengajar saya untuk menjadi fasilitator yang baik. Beliau orangnya selalu ceria, suka bercanda, dan sangat senang traveling,” kenang Syarifah melalui pesan singkat.
Satu hal yang paling diingat Syarifah adalah gaya mengajar almarhumah yang unik. Meiliana kerap berpesan agar dalam berbagi ilmu dilakukan secara bertahap agar mudah diserap dan memberikan kesan mendalam bagi peserta didik.
Meiliana merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman yang memiliki catatan karier mentereng. Di era Gubernur Awang Faroek Ishak, ia sempat dipercaya memimpin Ibu Kota Kaltim sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Samarinda (November 2015-Februari 2016).
Kariernya terus menanjak saat menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim. Puncaknya, ia mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Pj Sekda Provinsi Kaltim sejak provinsi ini berdiri pada tahun 1956.
Hingga akhir hayatnya, Meiliana meninggalkan warisan berupa etos kerja yang hangat dan mendidik. Bagi rekan sejawat dan bawahannya, ia bukan sekadar atasan, melainkan ibu yang membimbing dengan hati.
Kini, Benua Etam kehilangan salah satu putra-putri terbaiknya. Selamat jalan, Bunda Meiliana. Dedikasi dan senyum ceriamu akan selalu menjadi bagian dari sejarah Kaltim. (Din/Fch/Klausa)













