Klausa.co

Ancaman HIV/AIDS Menguat, DPRD Kaltim Desak Edukasi Seksual Masuk Sekolah

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Ancaman penyebaran HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menguat dan memunculkan kegelisahan baru di tingkat daerah. Di tengah lonjakan kasus di sejumlah wilayah zona merah, dorongan agar edukasi kesehatan seksual dibuka sejak dini kembali mencuat di parlemen.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai tren penyebaran HIV/AIDS di Samarinda dan Balikpapan masih berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia menekankan bahwa pemahaman publik terhadap risiko penularan sejauh ini belum merata.

“HIV/AIDS adalah penyakit menular yang serius. Masyarakat harus memahami risikonya agar penyebaran tidak semakin meluas,” ucapnya, Selasa (2/12/2025).

Damayanti menjelaskan sumber penularan terbanyak masih berkaitan dengan penggunaan jarum suntik tidak steril serta hubungan seksual tanpa perlindungan. Namun, isu kesehatan reproduksi sering tidak dibicarakan secara terbuka karena dianggap sensitif.

Baca Juga:  Tanggapi Tuduhan Gratifikasi Dibalik Proses Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Samsun : Perlu Dibuktikan Faktanya

“Edukasi itu penting. Kita tidak boleh terus menganggap pembahasan HIV/AIDS sebagai hal tabu,” tegas politisi PKB tersebut.

Ia juga menyoroti masih kuatnya stigma di tengah masyarakat. Banyak penyintas memilih menunda pemeriksaan atau menjauh dari layanan kesehatan karena takut mendapat perlakuan negatif.

“Mereka tidak perlu merasa rendah diri. Yang penting adalah tahu bagaimana menjaga diri dan mencegah penularan,” tambahnya.

Damayanti mendorong pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi di titik-titik kerentanan tinggi, termasuk Balikpapan. Menurutnya, sasaran edukasi tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga anak-anak usia sekolah.

Ia mendukung penuh rencana memasukkan materi HIV/AIDS ke dalam kurikulum pendidikan. Keterbukaan informasi, kata Damayanti, menjadi benteng pertama untuk mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja.

Baca Juga:  Sekolah Inklusi di Kaltim, Mimpi Besar Ananda Emira Moeis untuk Pendidikan Setara

“Kita tidak bisa lagi menutup-nutupi pembahasan kesehatan seksual di sekolah. Edukasi sejak dini adalah langkah penting melindungi generasi muda,” kuncinya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co