Lompat ke konten utama

Klausa.co

Golkar Samarinda Segera Punya Nahkoda Baru, Andi Satya Bicara Langkah ke Depan

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur Fraksi Golkar, Andi Satya Adi Saputra.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Konstelasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Samarinda mulai menemukan bentuknya. Hingga pendaftaran ditutup, hanya Andi Satya Adi Saputra yang tercatat sebagai bakal calon ketua, membuat Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut berpeluang besar memimpin Golkar Samarinda tanpa kompetisi.

Musda DPD II Golkar Samarinda dijadwalkan berlangsung di Hotel Fugo Samarinda pada 8 Agustus 2026. Tidak adanya kader lain yang mendaftarkan diri membuat proses pemilihan ketua nantinya berpotensi berlangsung secara aklamasi.

Andi Satya sendiri tidak banyak berkomentar mengenai peluang tersebut. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan pemilik suara dalam Musda. Ia pun tidak ingin mendahului keputusan forum sebelum seluruh tahapan organisasi selesai.

“Musda bergantung pada dukungan para pemilik suara. Seandainya nanti dalam forum hanya ada nama saya, insya Allah saya siap menjalankan amanah tersebut untuk memimpin Partai Golkar Samarinda,” ujar Andi Satya, Jumat (7/8/2026).

Status calon tunggal tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai proses pencalonan di internal partai. Namun, Andi memastikan tidak ada upaya untuk menutup ruang bagi kader lain yang ingin maju.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Peran Dewas RSUD dan Kanudjoso, Tekankan Pengawasan Nyata di Lapangan

Dia menyebut, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses penjaringan. Hanya saja, sampai batas akhir pendaftaran, dirinya menjadi satu-satunya kader yang memilih mendaftarkan diri.

“Mekanisme di partai sangat dinamis dan terbuka untuk siapa saja. Kebetulan hanya saya yang mendaftar, sehingga menjadi calon tunggal. Itu murni dinamika yang terjadi,” tegasnya.

Jika nantinya dipercaya memimpin, Andi Satya sudah menyiapkan target politik yang ingin dicapai Golkar Samarinda. Salah satunya adalah mengembalikan kekuatan partai pada Pemilu Legislatif 2029.

Pria yang juga berprofesi dokter spesialis itu menargetkan Golkar tidak sekadar mempertahankan posisi yang ada, tetapi mampu menambah sedikitnya dua kursi di DPRD Kota Samarinda dibandingkan perolehan pada periode saat ini.

Baca Juga:  Banjir Tak Kunjung Usai di Rapak Dalam: Normalisasi Sungai Masih Parsial

Di sisi lain, Andi Satya juga memilih tidak terburu-buru menanggapi namanya yang mulai masuk dalam bursa kandidat Wali Kota Samarinda untuk kontestasi mendatang. Baginya, pembicaraan mengenai Pilwali saat ini belum menjadi prioritas.

Dia menilai, masih terlalu dini membicarakan pergantian kepemimpinan daerah, terlebih wali kota terpilih saat ini baru memulai masa jabatannya dan masih memiliki waktu panjang untuk menjalankan program pemerintahan.

“Golkar tidak pernah kekurangan kader potensial. Siapa pun yang maju nanti merupakan sosok yang mengantongi mandat resmi partai. Namun, membicarakan Pilwali saat ini terlalu dini. Tidak elok rasanya dengan Pak Wali yang masih memiliki waktu lima tahun untuk bekerja,” kata Andi.

Baca Juga:  Krisis Nakes Masih Membelit Kaltim, DPRD Dorong Telemedicine dan Beasiswa Ikatan Dinas

Untuk sementara, Andi mengatakan dirinya ingin berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kaltim. Ia memilih membuktikan kinerja kepada masyarakat dan konstituen sebelum berbicara mengenai langkah politik berikutnya.

“Masih ada waktu lima tahun untuk bekerja dan menjalankan amanah rakyat. Soal kemana garis tangan menuntun di masa depan, itu urusan belakangan,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co