Klausa.co

Perumdam Buru Pemilik Tongkang, Kerusakan Infrastruktur Air Bakal Ditagihkan

Pipa jaringan Perumdam Tirta Kencana di sekitar Teras Samarinda yang tertabrak kapal tongkang. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Insiden pelayaran kembali terjadi di Sungai Mahakam. Sebuah tongkang diduga menghantam fasilitas distribusi air milik Perumdam Tirta Kencana Samarinda di kawasan Teras Samarinda, Senin (15/6/2026) siang.

Benturan tersebut mengakibatkan sejumlah penyangga pipa rusak dan jaringan distribusi utama air bersih bergeser dari posisi semula. Meski demikian, layanan air kepada pelanggan dipastikan masih berjalan normal.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita saat hujan deras mengguyur Kota Tepian. Cuaca buruk diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jarak pandang di alur Sungai Mahakam menurun.

Berdasarkan informasi awal, tongkang bergerak terlalu dekat ke tepian sungai hingga mengenai infrastruktur milik Perumdam yang berada di kawasan Teras Samarinda.

Baca Juga:  Mengakhiri Kebuntuan 17 Tahun, IPA Bendang II Siap Beroperasi Kembali

Insiden tersebut pertama kali diketahui publik melalui video yang beredar luas di media sosial. Tak lama setelah menerima laporan, Perumdam Tirta Kencana langsung mengirim tim teknis ke lokasi untuk memeriksa kondisi jaringan distribusi yang terdampak.

Hasil pengecekan awal menunjukkan adanya pergeseran pada pipa distribusi utama yang selama ini menjadi jalur penyaluran air bersih ke pelanggan. Selain itu, beberapa klem penahan pipa juga ditemukan terlepas akibat benturan.

Staf Humas Perumdam Tirta Kencana, Taufik, mengatakan kerusakan yang terjadi membutuhkan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

“Beberapa penahan pipa terbuka akibat benturan. Posisi pipa juga bergeser dari dudukannya sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penguatan secepatnya,” kata Taufik.

Baca Juga:  Tongkang Batu Bara Hantam Pilar, Legislator Kaltim Tuntut Tindakan Tegas

Meski mengalami benturan, hingga saat ini Perumdam belum menemukan adanya kebocoran pada jaringan distribusi yang terdampak. Distribusi air bersih kepada pelanggan pun masih berlangsung normal.

Namun demikian, titik yang mengalami kerusakan tetap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan apabila jaringan menerima tekanan distribusi dalam kapasitas penuh.

Saat ini tim teknis masih melakukan pemantauan dan kajian lanjutan untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Tidak tertutup kemungkinan dilakukan pengaturan operasional jaringan selama proses penanganan berlangsung guna menjaga stabilitas layanan kepada pelanggan.

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Perumdam juga mulai berkoordinasi dengan aparat Satpolairud untuk mengidentifikasi pemilik tongkang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga:  Samarinda Utara Masih Kesulitan Air Bersih, Ketua Komisi II DPRD Minta Perumdam Bekerja Optimal

Perhitungan kerugian masih dilakukan sembari mendata seluruh dampak kerusakan yang terjadi pada fasilitas distribusi air.

“Kami akan memastikan seluruh kerusakan terdata dan dihitung secara menyeluruh. Setelah proses identifikasi selesai, kami akan meminta pihak yang bertanggung jawab untuk mempertanggungjawabkan dampak yang ditimbulkan terhadap fasilitas pelayanan publik ini,” tutup Taufik. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co