Klausa.co

Lunturnya Kepedulian Sosial Dinilai Jadi Pemicu Persoalan Kemanusiaan di Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Meningkatnya berbagai persoalan sosial di Kota Samarinda menjadi sorotan DPRD Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai lunturnya kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan membuat banyak persoalan kemanusiaan terlambat tertangani.

Puji mencontohkan sejumlah kasus yang belakangan mencuat di Kota Tepian. Mulai dari meninggalnya Mandala Rizky akibat peradangan akut di kaki karena keterbatasan ekonomi keluarga, tiga anak di Jalan Biawan yang harus merawat ibunya yang terserang stroke, hingga munculnya inisiatif “Sekolah Rimba” di kawasan Batu Besaung, Samarinda Utara.

Menurutnya, rentetan kasus tersebut menunjukkan meningkatnya sikap individualistis di lingkungan perkotaan. Kondisi warga sekitar, kata dia, kerap luput dari perhatian masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga:  Bangkitkan Gerakan Cinta Museum, Deni Imbau Jangan Lupakan Sejarah

“Persoalan seperti ini jika dibiarkan akan menjadi bom waktu karena berpotensi memicu masalah sosial yang jauh lebih besar di kemudian hari,” ujar Puji, Selasa (26/5/2026).

Politikus Partai Demokrat itu menegaskan persoalan sosial tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai seluruh elemen masyarakat perlu kembali menghidupkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Puji juga menyoroti mulai tumbuhnya sikap apatis di tengah masyarakat urban. Menurut dia, warga seharusnya lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi tetangga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ia berharap nilai kepedulian sosial dapat kembali tumbuh tanpa harus selalu menunggu intervensi pemerintah. Dengan begitu, berbagai persoalan sosial di masyarakat bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani secara bersama-sama.

Baca Juga:  Operasi Tabur: Koruptor Solar Cell Rp 16 Miliar Diciduk di PN Samarinda Saat Jadi Saksi

“Nilai kepedulian dan kegotongroyongan ini sudah mulai terkikis, dan ini yang perlu kita hidupkan kembali bersama-sama,” pungkasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co