Balikpapan, Klausa.co – Pesta olahraga terbesar bagi atlet-atlet penyandang difabel se-Kaltim akhirnya dimulai. Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) IV/2023 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), yang mewakili Pj Gubernur Kaltim, di Balikpapan, Senin (15/11/2023).
Peparprov IV/2023 akan berlangsung selama enam hari, dari 15 hingga 20 November 2023. Ada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sebanyak 740 atlet dan pelatih dari 9 kabupaten/kota se-Kaltim akan berlaga memperebutkan 582 medali emas dan perak serta 725 medali perunggu. Mereka akan menunjukkan kemampuan dan semangat juang yang luar biasa di tengah keterbatasan fisik yang mereka miliki.
Dalam sambutannya, AHK mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh atlet-atlet difabel Kaltim di kancah nasional maupun internasional. Ia menyebutkan bahwa ada 24 atlet Kaltim yang tergabung dalam kontingen Indonesia pada Asian Para Games yang digelar di Kamboja tahun ini.
“Peparprov ini sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi para atlet yang telah mengharumkan nama Kaltim dan Indonesia di dunia. Saya berharap ajang ini bisa melahirkan bibit-bibit unggul yang bisa berprestasi lebih tinggi lagi di masa depan,” kata AHK.
Sementara itu, Kepala Disporapar Balikpapan, dr Ratih Kusuma, yang juga menjabat sebagai Ketua PB Peparprov IV/2023, mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportifitas dan silaturahmi. Ia berpesan agar para atlet tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan pengalaman yang didapat.
“Sportivitas dan silaturahmi adalah nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh para atlet. Jangan hanya mengejar medali, tetapi juga menjalin persahabatan dan saling belajar dengan atlet-atlet lain. Ini adalah momen yang berharga untuk meningkatkan kualitas olahraga disabilitas di Kaltim,” ujar Ratih.
Di tempat yang sama, Ketua National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Kaltim, Suharyanto, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kaltim yang telah memberikan dukungan penuh kepada atlet-atlet difabel. Ia mengatakan bahwa atlet-atlet difabel sudah mendapat kesempatan yang sama dengan atlet-atlet lain untuk berprestasi.
“Atlet difabel sudah tidak terpinggirkan lagi. Mereka sudah diberikan fasilitas dan perhatian yang layak. Mereka juga sudah membuktikan bahwa mereka bisa menjadi juara umum di ASEAN Para Games di Kamboja tahun ini. Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Kaltim,” tutur Suharyanto. (Al/Fch/ADV/Dispora Kaltim)













