Klausa.co

25 Siswa SDN di PPU Diduga Keracunan MBG, Koalisi C(EMAS) Kaltim Soroti Kegagalan Sistemik

Tenaga medis Dinas Kesehatan PPU saat memeriksa kondisi siswa SDN 008 Waru yang diduga keracunan menu MBG. (Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 25 siswa SDN 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah usai mengonsumsi menu MBG, Rabu (12/2/2026).

Koalisi C(EMAS) Kaltim yang terdiri dari LBH Samarinda, Pokja 30 Kaltim, Nugal Institute, dan GMNI PPU menilai peristiwa ini bukan sekadar insiden biasa. Koordinator Pokja 30 Kaltim, Buyung Marajo, menyebut kasus tersebut sebagai cerminan persoalan yang lebih besar dalam desain dan pelaksanaan program MBG.

“Keracunan massal ini bukan kejadian tunggal. Ini menunjukkan adanya masalah sistemik yang serius dalam penyelenggaraan MBG, dan yang menjadi korban adalah anak-anak,” ujar Buyung dalam keterangan persnya, Kamis (12/2/2026).

Ia mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat 1.242 korban terduga keracunan MBG secara nasional pada periode 1–13 Januari 2026. Bahkan, hingga 23 Desember 2025, jumlah korban disebut telah menembus lebih dari 20 ribu orang.

Baca Juga:  Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda Mulai Berjalan, Satu Dapur Sudah Beroperasi

Dalam kasus di PPU, Koalisi juga menyoroti dugaan pelanggaran prosedur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke sekolah tersebut. Yayasan yang diduga mengelola SPPG itu disebut memiliki keterkaitan dengan keluarga dan jaringan politik di PPU.

“Temuan adanya relasi keluarga dan partai politik dalam pengelolaan yayasan ini memperkuat dugaan konflik kepentingan. Minimnya transparansi anggaran dan manajemen membuat publik sulit melakukan pengawasan,” tegas Buyung.

Koalisi C(EMAS) Kaltim mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Kaltim, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka juga meminta pemerintah daerah memastikan pemulihan kesehatan para siswa yang terdampak.

“Kami mendesak seluruh pejabat terkait bertanggung jawab dan menjamin pemulihan hak serta kesehatan anak-anak yang menjadi korban. Jangan sampai kasus seperti ini terus berulang,” tutup Buyung. (Din/Fch/Klausa)

Baca Juga:  Api Melalap Empat Ruko di Jalan Pelita Samarinda, Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kerok

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co