Klausa.co

UKW Kaltim ke-39, Dukung Cetak Wartawan Mandiri dan Berintegritas

Uji Kompetensi Wartawan Kaltim yyang diadakan di ruang WIEK Diskominfo Kaltim. (Foto: Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Kalimantan Timur kembali digelar tahun ini dengan mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Jurnalis Lokal.” Sebanyak dua kloter peserta mengikuti ujian pada 8-9 September dan 10-11 September 2025, di ruang WIEK Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, membuka kegiatan dengan menyinggung beragam tantangan yang kini dihadapi jurnalis, baik di tingkat global maupun lokal.

Ia mencontohkan peran wartawan ditingkat global di tragedi Gaza, yang sejak Oktober 2023 sudah merenggut nyawa lebih dari 200 wartawan.

“Itu bukti betapa pentingnya peran wartawan. Mereka ingin dibungkam agar tidak ada informasi utuh yang keluar,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Keracunan Asap Genset, 12 Karyawan Toko di Mall Lembuswana Dilarikan ke Rumah Sakit

Di level lokal, tantangan lain justru datang dari arus digital. Menurutnya, media mulai sulit menjangkau audiens karena dominasi media sosial, sementara tingkat kepercayaan publik kian tergerus.

“Sudah ada 200 aduan terhadap produk jurnalistik. Artinya banyak yang harus diuji ulang. UKW ini diharapkan melahirkan wartawan berkualitas, yang tidak tunduk pada algoritma, tapi mengutamakan verifikasi,” tegasnya.

PWI menyebut, UKW Kaltim kali ini tercatat sebagai pelaksanaan ke-39 kalinya.

“Semoga melalui UKW ini lahir jurnalis yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa pers Kaltim semakin berkembang.” pungkas Amin dengan harapan sederhana.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengingatkan bahwa kompetensi wartawan tidak cukup hanya pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga etika.

Baca Juga:  Menyusul Jejak Jember, Kaltim Rintis Karnaval Fashion Berkelas Dunia

“Saya tidak pernah minta berita diturunkan. Tapi tolong, kurangi berita provokatif. Wartawan harus peka dengan suasana, jangan justru memancing,” ucap Faisal.

Ia juga mendorong agar organisasi pers mulai membekali anggotanya dengan semangat kemandirian.

“Wartawan jangan berhenti di level reporter. Suatu saat harus bisa jadi pemimpin redaksi, bahkan pemilik media,” tambahnya.

Dukungan datang pula dari Senior Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, Andy Irmawati. Ia menekankan pentingnya jurnalis yang profesional dalam menyajikan informasi publik yang sehat.

“Ini bukan soal lulus ujian atau tidak. Kami berharap UKW benar-benar meningkatkan kualitas wartawan, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat bisa mencerdaskan,” tandasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co