Klausa.co

Stok Pangan Kaltim Diklaim Aman Jelang Lebaran, Pemprov Minta Warga Tak Panik Belanja

Kepala DP2KUKM, Heni Purwaningsih. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Lonjakan konsumsi menjelang Hari Raya Idulfitri dipastikan tidak mengganggu ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyebut stok sejumlah komoditas pangan masih berada pada level aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi pasokan di berbagai daerah. Dari hasil pemantauan tersebut, ketersediaan bahan pangan dinilai masih stabil meski permintaan meningkat selama Ramadan.

“Persediaan bahan pangan kita sangat mencukupi. Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah dan menyambut Lebaran dengan tenang tanpa khawatir soal kebutuhan pokok,” ujar Heni.

Baca Juga:  Kemantapan Akses Jalan Provinsi Sudah Sekitar 75 Persen

Meski stok terbilang aman, kenaikan harga tetap terjadi di sejumlah pasar tradisional. Menurut Heni, kondisi tersebut merupakan pola musiman yang hampir selalu terjadi menjelang Idulfitri, ketika konsumsi masyarakat meningkat secara bersamaan.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap rasional dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sikap panik membeli barang, kata dia, justru berpotensi memicu lonjakan harga di tingkat pasar.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Bumi Ruhui Rahayu. Salah satunya terkait jalur distribusi, mengingat sebagian besar komoditas pangan masih didatangkan dari luar daerah. Untuk itu, Pemprov Kaltim memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan distribusi barang tetap berjalan lancar.

Baca Juga:  Tim Layar Kaltim, Menyegel Gelar Juara dengan Tujuh Emas di BK PON

“Kami terus mengawal jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan. Kalau distribusi lancar, maka ketersediaan barang terjaga dan harga bisa tetap stabil,” jelasnya.

Data DP2KUKM Kaltim per Februari 2026 telah mencatat stok berbagai komoditas utama berada pada level cukup tinggi. Persediaan beras non-Bulog tercatat sekitar 233 ribu ton. Sementara stok daging sapi mencapai sekitar 390 ribu ton.

Selain itu, minyak goreng tersedia sekitar 5.678 ton, tepung terigu sekitar 2,6 juta ton, dan gula pasir sekitar 16 ribu ton. Stok daging ayam juga tercatat mencapai sekitar 145 ribu ton. Komoditas lain seperti telur dan mentega juga dilaporkan dalam kondisi aman.

Dengan kondisi tersebut, ketahanan pangan di Benua Etam diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga enam bulan ke depan. Pemprov Kaltim berharap situasi ini dapat membuat masyarakat lebih tenang dalam menjalani Ramadan hingga merayakan Idulfitri.

Baca Juga:  Pelindo Perketat Pengawasan Kapal di Sungai Mahakam Usai Dua Insiden Tabrakan Jembatan Mahulu

“Harapannya masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, dan kebutuhan pangan insyaallah terpenuhi,” tutup Heni. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co