Samarinda, Klausa.co – Setelah sekian lama vakum karena proses revitalisasi, Samarinda Theme Park akhirnya kembali menyapa publik dengan wajah baru. Taman hiburan yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan ini resmi dibuka kembali pada Rabu (28/5/2025), membawa sejumlah pembaruan yang cukup mencolok, dari tema, wahana, hingga layanan yang lebih komplit.
Kini mengusung tema “Japanese Authentic Experience”, taman hiburan yang digadang terbesar di Bumi Etam ini hadir dengan atmosfer Negeri Sakura yang kental. Tak hanya dari sisi tampilan, pengalaman budaya Jepang juga dihadirkan lewat berbagai wahana dan pertunjukan tematik.
General Manager Samarinda Theme Park, Adita, mengatakan selama tidak beroperasional kemarin dimanfaatkan untuk melakukan transformasi menyeluruh.
“Kami berkomitmen memberikan pengalaman rekreasi yang lebih menyenangkan, aman, dan inklusif,” ujarnya dalam sesi peresmian ulang.
Selama masa revitalisasi, 50 staf operasional mendapatkan pelatihan khusus pelayanan prima, termasuk pelatihan menangani pengunjung disabilitas. Hasilnya, taman hiburan ini diganjar penghargaan sebagai destinasi wisata pertama di Kalimantan yang mengimplementasikan pelatihan pelayanan yang prima.
Tak hanya peningkatan layanan, sejumlah wahana baru turut diluncurkan dan langsung menyedot perhatian. Dancing Fountain, misalnya, menjadi air mancur menari pertama di Samarinda. Lalu ada Museum Lampu, yang menampilkan instalasi cahaya interaktif bernuansa edukatif.
Yang paling menarik perhatian, tentu saja Snow Worl, yang menjadi wahana bermain salju pertama di Kalimantan. Dengan suhu dingin dan salju asli, pengunjung kini bisa menikmati sensasi musim dingin tanpa perlu terbang ke luar pulau.
Dari sisi kenyamanan, pengelola juga menambah fasilitas seperti area parkir baru di kawasan Segiri 2 dan layanan shuttle bus. Fasilitas ini masih jarang ditemui di destinasi wisata lokal.
Samarinda Theme Park juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal. Sebuah area khusus disediakan agar produk-produk lokal bisa dipasarkan langsung ke pengunjung.
“Kami ingin ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui pariwisata,” tutur Adita.
Dengan total 14 wahana yang kini lebih variatif, jam operasional setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita, serta perhatian pada aksesibilitas bagi semua kalangan, Samarinda Theme Park menegaskan eksistensinya sebagai destinasi rekreasi utama di Bumi Etam.
“Semua kalangan kami sambut, termasuk sahabat disabilitas. Kami ingin menjadi tempat di mana semua orang merasa diterima dan bahagia,” tutup Adita. (Din/Fch/Klausa)

















