Klausa.co

Rudy Mas’ud Prioritaskan Perbaikan Jalan di Kaltim, Sebut Jembatan Tak Berguna Jika Akses Belum Siap

Bagikan

Paser, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menaruh perhatian serius pada peningkatan infrastruktur jalan. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan jalan akan menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas wilayah.

Penegasan itu disampaikan Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Paser, Rabu (4/3/2026). Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, ia menyoroti kondisi jalur penghubung di kawasan selatan Kaltim, terutama poros Penajam Paser Utara (PPU)-Paser yang merupakan bagian dari jalur Trans Kalimantan.

Menurut Rudy, jalan memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu, kualitasnya harus terus dijaga dan ditingkatkan. Dia juga menekankan pentingnya konektivitas jalan yang menghubungkan Kaltim dengan provinsi tetangga, khususnya Kalimantan Selatan. Wilayah seperti Kotabaru dan Banjarmasin dinilai menjadi pintu masuk penting menuju Kaltim sekaligus akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga:  Disepakati Pemerintah dan Dewan, Rancangan KUA-PPAS APBD Kaltim TA 2023 Sebesar Rp15,10 Triliun

“Di jalur Trans Kalimantan ini, yang paling penting itu perbaikan jalan dulu. Kalau jembatan dibangun tapi jalan belum siap, itu justru mubazir,” kata Rudy saat berbicara melalui radio mobil rombongan kunjungan kerja.

Rudy menjelaskan, pembangunan jembatan memang penting, namun membutuhkan anggaran besar. Tanpa dukungan jalan penghubung yang memadai, keberadaan jembatan berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal. Makanya, Gubernur menilai anggaran daerah sebaiknya difokuskan lebih dulu pada pembenahan dan peningkatan kualitas jalan.

“Selama ada anggaran, kita utamakan perbaikan jalan. Kalau sudah cukup baru kita bangun jembatan supaya tidak terkatung-katung. Untuk pembangunan jembatan kita juga bisa mengharapkan dukungan dari Kementerian PUPR,” ujarnya.

Politikus Golkar itu menambahkan, jika jembatan belum tersedia, aktivitas penyeberangan masih bisa dilakukan dengan berbagai alternatif transportasi seperti kapal feri, perahu kayu, maupun rakit. Namun kondisi akan berbeda jika jalan penghubung rusak atau terputus.

Baca Juga:  Kepastian adalah Konsep Terbaik untuk Memberikan Pelayanan ke Masyarakat

Bagi Rudy, jalan merupakan urat nadi utama yang menentukan kelancaran berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Kalau jalan tersumbat, semuanya ikut terganggu. Pendidikan, layanan kesehatan, sampai distribusi barang dan jasa,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co