Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Prank Jadi Pemulung Korban Kecelakaan, YouTubers Asal Samarinda ini Bikin Geram Warga

Ulah membuat konten prank kecelakaan ala SL (kaos putih sobek-sobek) dan dua temannya, membuat relawan dan warga geram. Akibat perbuatan tak menyenangkan, YouTubers asal Samarinda ini harus berurusan dengan Kepolisian. (Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Entah terinspirasi dari mana, seorang pemuda berinisial SL (18) nekat membuat video prank. Dengan berpura-pura menjadi pemulung korban kecelakaan lalu lintas hanya untuk konten di channel Youtube-nya.

Akibat mengerjai dengan mencari sensasi seperti itu, membuat YouTubers asal Kota Tepian tersebut sampai harus berurusan dengan kepolisian. SL yang dibantu dua temannya dalam membuat video prank itu, lantas digelandang relawan dan warga ke Mapolresta Samarinda.

Relawan Geram. Pasalnya sudah datang cepat ke lokasi kejadian guna memberikan pertolongan. Namun malah menjadi korban prank dari kelompok pemuda tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, prank YouTubers ini terjadi di Jalan Lambung Mangkurat 1, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, pada Minggu (7/11/2021) malam lalu, sekitar pukul 22.00 WITA.

Advertisements
Advertisements

“Kita kira serius (kecelakaan) ini, ternyata hoax. Mereka cuman lagi buat konten prank,” ungkap salah satu relawan bernama Arfan saat dikonfirmasi media ini, Senin (8/11).

Baca Juga:  Serapan APBD Kaltim 2021 Belum Sentuh Angka 50 Persen, Veridiana : Pemerintah Kita Sangat Lambat

Arfan menyampaikan kronologi aksi tidak menyenangkan yang dilakukan SL dan dua temannya itu. Berawal dari informasi yang didapatkan dari warga. Disebutkan, kalau saat itu warga mendapati seorang pemuda tergeletak tak sadarkan diri ditengah jalan.

Diduga pemuda berpenampilan seperti pemulung tersebut menjadi korban tabrak lari. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti para relawan untuk datang ke lokasi kejadian sembari membawa mobil ambulance.

Setibanya di lokasi kejadian, sudah banyak warga berkumpul mengitari sosok pemuda yang diduga menjadi korban kecelakaan itu. Saat hendak dievakuasi, pemuda tersebut bangkit sembari tertawa. Hal itu sempat membuat warga maupun relawan heran.

Advertisements
Advertisements

Diakhir tawanya, pemuda ini lantas melontarkan kalimat ‘prank’, sembari menunjuk ke arah kamera yang sedang dioperasikan dua temannya dari kejauhan. Bukannya mendapatkan pujian, aksi mengerjai itu tentu saja menyulut emosi dari warga maupun relawan yang mendengarnya.

Baca Juga:  Fakta Mengejutkan, Tersangka Mengaku Tidak Berikan Air Sabu ke Balita, Begini Kronologinya

“Bagaimana tidak emosi, hal yang begitu kok bisa dijadikan candaan. Masalahnya kami datang ke lokasi itu juga hampir tertabrak. Kami melaju, karena ini kaitannya nyawa orang. Malah prank dia bilang,” kesal Afran.

Singkat cerita, pemuda yang belakangan mengaku berinisial SL dan dua temannya sebagai kameraman dicecar pertanyaan. Tanpa rasa bersalah, kepada warga dan relawan kelompok pemuda ini mengaku sedang membuat video prank untuk di channel Youtube pribadinya.

Sangking niatnya mengerjai, kala itu SL berdandan dan berpakaian layaknya pemulung. Sedangkan dua temannya dari kejauhan merekam akting SL, yang seolah-olah menjadi korban kecelakaan. Setelah mendengarkan pengakuan tersebut, relawan dan warga membawa tiga pemuda tersebut ke Mapolresta Samarinda.

Advertisements

“Iya kami pasti kesal. Setelahnya kami bawa mereka untuk dilaporkan ke polisi. Tolong jangan lagi ada yang membuat ulah serupa. Kami kira kondisi darurat. Tapi kalau hoax begini namanya menyusahkan orang, kan kami harus standby,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kompol Ahmad Abdullah Kasat Samapta Polresta Samarinda menuturkan, ketiga pemuda YouTubers itu sudah dimintai keterangan dan telah mengakui perbuatannya. Kendati telah membuat konten sensasi dan merugikan orang lain, namun ketiganya sudah dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.

“Mereka yang terlibat sudah memberikan ucapan maaf atas perbuatannya terhdap para relawan di Samarinda. Kita sudah lepaskan dengan membuat surat pernyataan tidak akan melakukan tindakan serupa,” singkat Kompol Ahmad Abdullah.

(Tim Redaksi Klausa)

Advertisements
Advertisements

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co