Klausa.co

Pengejaran Polisi Berakhir di Palangkaraya, 15 Buronan Tahanan Samarinda Ditangkap Tanpa Korban

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar saat konferensi pers diamankannya 15 tahanan kabur dari sel Polsek Kota, di Ruang Rupatama Makopolres Samarinda. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pengejaran selama delapan hari terhadap 15 tahanan yang kabur dari sel Polsek Samarinda Kota akhirnya berakhir. Seluruhnya berhasil ditangkap dalam operasi besar lintas provinsi yang melibatkan jajaran Polresta Samarinda, Polda Kaltim, hingga Polda Kalimantan Tengah. Dua pelaku terakhir dibekuk di Palangkaraya, menutup rangkaian pelarian yang sempat membuat aparat kewalahan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa pelarian itu bukan insiden spontan, melainkan hasil rencana matang tiga tahanan bernama Kahar, Melang, dan Irfan. Ketiganya memanfaatkan besi jemuran dan paku gantungan baju untuk mencongkel kloset serta pintu kamar mandi sel selama tiga hari berturut-turut.

“Lubang di dinding mereka buat sejak Jumat hingga Minggu. Setelah cukup besar untuk dilalui satu orang, mereka mulai kabur satu per satu,” kata Hendri dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Rabu (29/10/2025).

Tahanan bernama Yohanes, yang memiliki tubuh paling kecil, menjadi orang pertama keluar dari lubang buatan itu. Ia kemudian membantu rekan-rekannya untuk menyusul. Mereka melompati tembok di sisi sel kosong dan keluar melalui gang di sekitar kantor Satpol PP.

Baca Juga:  Mengupas Persiapan Pilkada 2024 di Samarinda, Sosialisasi Badan Ad Hoc dan Kesehatan Calon Anggota

Untuk mengelabui petugas, tiga inisiator pelarian sempat mengubah arah kamera CCTV di belakang sel. Namun rekaman sebelum dan sesudah kejadian tetap berhasil mengungkap pola kaburnya para tahanan.

Begitu kabar pelarian menyebar, tim gabungan dari berbagai satuan segera melakukan pengejaran. Dari unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Satreskrim Polresta Samarinda, Subdit Jatanras Polda Kaltim, hingga Polres Tasikmalaya dilibatkan dalam perburuan.

Hasilnya, satu per satu pelarian berhasil diamankan di lokasi berbeda. Tahanan pertama, Elzen (tersangka kasus penggelapan) ditangkap hanya beberapa jam setelah kabur di kawasan Gunung Steling. Disusul penangkapan Asri alias Ambo, Irfan bin Ilyas, dan Ikhwan Nur di beberapa titik di Samarinda pada hari yang sama.

Salah seorang buronan, Gilang Ramadan, memilih menyerahkan diri melalui keluarganya. Sementara lainnya, seperti Aril Hamid, Edi Ramlan, dan Muhammad Rizki Al Farizal, ditemukan bersembunyi di rumah atau kawasan permukiman padat.

Baca Juga:  BEM-KM Unmul Tantang Kandidat Pilgub Kaltim 2024 Adu Gagasan di Kampus

Namun tidak semua tahanan diam. Chandro Nababan, misalnya, justru kembali melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Wahid Hasyim setelah kabur. Ia ditangkap Sabtu (25/10/2025) di sebuah masjid di Jalan Poros Samarinda-Bontang setelah tertidur di dalamnya.

Pelarian dua tahanan bahkan mencapai luar Kalimantan Timur. Christianus Dominikus alias Santos dan Muhammad Yusril alias Unyil, masing-masing tersangka kasus persetubuhan terhadap anak dan pencurian kendaraan bermotor, melarikan diri hingga ke Palangkaraya.

“Keduanya terlacak dari rekaman CCTV di kawasan Loa Janan saat menuju Balikpapan. Kami langsung berkoordinasi dengan Polda Kalteng dan Polresta Palangkaraya untuk menangkap mereka,” ujar Hendri.

Tahanan terakhir, Suniansyah alias Suni, ditangkap Selasa (28/10/2025) malam di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong. Ia dibekuk saat hendak menemui pacarnya di Hotel Temindung setelah pergerakannya dipantau tim opsnal.

Baca Juga:  Penemuan Mayat di Gudang Apotek, Polresta Samarinda Segera Umumkan Hasil Penyelidikan

Dari total 15 tahanan, enam telah dilimpahkan ke tahap dua karena berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21). Sementara sembilan lainnya masih menunggu pelimpahan dari Kejaksaan Negeri Samarinda.

Hendri menegaskan, seluruh tahanan akan dijerat dengan hukuman tambahan atas upaya melarikan diri. Ia menyebut, tindakan tersebut menjadi catatan pemberat dalam proses hukum mereka.

“Yang penting, semuanya berhasil diamankan tanpa korban jiwa. Itu berkat kerja keras tim dan bantuan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Samarinda Kota, AKP Kadiyo, menampik adanya bantuan pihak luar dalam aksi kabur tersebut. Ia memastikan para tahanan berpindah tempat dengan kendaraan umum dan mobil pick-up secara acak.

“Dari hasil pelacakan, mereka sempat melintasi simpang Pasir dan Balikpapan, lalu menyeberang ke Penajam Paser Utara sebelum menuju Palangkaraya. Semua berhasil kami pantau dan tangkap berkat koordinasi lintas wilayah,” tutup Kadiyo. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co