Klausa.co

Krisis Pekerjaan Lulusan Baru, DPRD Kaltim Soroti Kesenjangan Pendidikan dan Industri

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Minimnya peluang kerja bagi lulusan baru jadi perhatian bagi DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai ribuan anak muda setiap tahun terjebak dalam antrean panjang untuk masuk ke industri karena kapasitas lapangan kerja tak berkembang secepat jumlah tamatan pendidikan.

Saban tahun, puluhan ribu lulusan dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi masuk ke pasar kerja. Namun yang menjadi masalah, industri di Bumi Etam belum mampu menyerap mereka secara memadai. Alhasil, banyak lulusan baru harus menunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

Reza menyebut kondisi itu tak bisa dibiarkan berlarut. Menurutnya, masa transisi dari bangku pendidikan ke dunia kerja adalah fase paling krusial bagi arah karier generasi muda.

Baca Juga:  Cegah Korupsi, Ketua KPK Arahkan DPRD Kaltim tak Boleh Ambil Keuntungan dari Usulan Pokir

“Ini momentum penentu bagi lulusan baru. Kalau akses kerja terbatas, dampaknya panjang,” kata Reza, Senin (8/12/2025).

Ia menilai ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu penyebab kemacetan penyerapan tenaga kerja. Kurikulum yang berjalan di sekolah dan kampus belum sepenuhnya sejalan dengan keterampilan yang dicari perusahaan.

Karena itu, Reza mendorong agar konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha diterapkan secara nyata. Caranya bisa mulai dari penyusunan kurikulum, penguatan program vokasi, hingga sertifikasi yang langsung berkelindan dengan kebutuhan lapangan.

“Kerja sama sekolah, kampus, lembaga pelatihan, dan industri harus konkret, bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Reza menegaskan, peningkatan serapan tenaga kerja lokal tak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memperkuat ekonomi Kaltim dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja luar daerah. Dia berharap pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat duduk bersama merumuskan mekanisme yang membuka lebih banyak pintu bagi lulusan baru.

Baca Juga:  Persiapan Haji 2025: Kaltim Siapkan 2.586 Jamaah dengan Strategi Matang

“Industri perlu memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja Kaltim,” tegasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co