Samarinda, Klausa.co — Kobaran api melahap SMP Negeri 2 Samarinda yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, pada Rabu (1/4/2026) sore. Api yang cepat membesar dari lantai dua sempat membuat warga sekitar panik.
Kepala SMPN 2 Samarinda, Misradianto, menjelaskan bahwa titik awal api berasal dari salah satu ruang kelas VII di bagian pojok lantai dua.
“Kejadiannya sekitar pukul 15.20 WITA. Api tiba-tiba muncul dari kelas 7 di pojok atas dan langsung membesar. Kami tidak bisa berbuat banyak dan segera menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah kegiatan belajar mengajar berakhir. Seluruh siswa dipastikan telah meninggalkan area sekolah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Anak-anak sudah pulang sekitar 20 menit sebelum kejadian, jadi tidak ada yang berada di dalam sekolah,” tambahnya.
Dari pendataan sementara, sedikitnya delapan ruangan mengalami kerusakan cukup parah. Rinciannya meliputi satu ruang kelas VII sebagai titik awal api, tiga ruang kelas VIII, serta empat ruangan lain di lantai bawah yang turut terdampak, termasuk area kelas IX akibat rembesan api dan air saat proses pemadaman.
Setelah api berhasil dipadamkan, pihak sekolah masih melakukan evakuasi barang-barang yang dapat diselamatkan. Sementara itu, kerugian materil akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, meski angka pastinya masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dari tiga posko terdekat begitu menerima laporan.
“Tim kami fokus pada bagian atap dan plafon untuk mencegah api merembet ke bangunan lain, terutama permukiman warga di sekitar lokasi. Penanganan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” jelasnya.
Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di bagian atas bangunan. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Indikasi awal mengarah pada instalasi listrik di plafon, namun masih didalami. Yang jelas tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)













