Klausa.co

Jelang Ramadan, Pemkot Samarinda Kencangkan Kontrol Harga Pangan

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tak ingin kecolongan menghadapi Ramadan. Lonjakan kebutuhan masyarakat berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok. Data menjadi senjata utama, distribusi dipastikan lancar, dan stok disiapkan sebagai bantalan. Antisipasi dilakukan untuk meredam potensi guncangan permintaan yang lazim terjadi saat kebutuhan rumah tangga meningkat.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan pengendalian inflasi tak bisa sekadar berbasis asumsi. Pemerintah mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk membaca pergerakan harga secara riil di lapangan.

“Data SP2KP menjadi rujukan. Kalau cabai dan ayam menyumbang kenaikan secara nasional, kita harus lebih cepat memastikan stok aman dan distribusi lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalan Rapak Indah Terancam Ditutup, Pemkot Samarinda Siapkan Solusi

Langkah itu merespons rilis Kementerian Perdagangan yang mencatat cabai rawit dan daging ayam ras sebagai penyumbang utama kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Februari 2026. Secara nasional, harga cabai rawit melonjak 16,60 persen dibanding Januari 2026 dan melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Di Samarinda, harga cabai rawit kini bertengger di kisaran Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. Untuk menahan laju kenaikan, Pemkot menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, dari sisi pasokan, Perumda Varia Niaga mengklaim stok ayam beku dalam kondisi aman. Sebanyak 35 ton tersimpan di cold storage, ditambah buffer stock mingguan 15 ton. Kenaikan harga di tingkat produsen disebut dipengaruhi siklus produksi day old chick (DOC), namun distribusi untuk Samarinda masih terkendali.

Baca Juga:  Dispora Kaltim Gunakan SDI untuk Tingkatkan Kualitas Olahraga

Sektor perikanan relatif stabil. Total stok ikan tangkap dan budidaya mencapai lebih dari 63 ton. Hanya saja, harga ikan layang sempat berfluktuasi akibat faktor cuaca dan musim, kini berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Pengawasan tak berhenti di komoditas pangan. Pemkot juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) metrologi terhadap tabung elpiji 3 kilogram dan 5 kilogram. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian volume sekaligus mencegah praktik penimbunan menjelang hari raya.

Sementara itu, Bulog Kantor Cabang Samarinda memastikan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Beras medium tersedia 7.650 ton, beras premium 233 ton, minyak goreng 13.764 ton, serta gula pasir 42 ton. Sebanyak 20 ton beras SPHP telah didistribusikan melalui titik-titik GPM pekan lalu guna menjaga daya beli masyarakat.
Bagi Pemkot, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga grafik tetap landai. Lebih dari itu, stabilitas harga menjadi fondasi ketenangan rumah tangga.

Baca Juga:  Kejari Samarinda Dalami Kasus Korupsi Rp7,7 Miliar Mantan Mantri KUR BRI

“Kita ingin Ramadan berjalan tenang. Harga terkendali, stok aman, dan masyarakat tidak terbebani. Itu komitmen kita,” tegas Saefuddin. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co