Lompat ke konten utama

Klausa.co

DPRD Samarinda Dorong Pariwisata Jadi Sumber PAD dan Penggerak UMKM

Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pengembangan pariwisata di Samarinda dinilai perlu diarahkan untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mendorong pemerintah kota mengoptimalkan potensi wisata yang ada agar kunjungan wisatawan turut meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Potensi wisata susur Sungai Mahakam, wisata religi, hingga wisata kuliner dinilai dapat menjadi modal bagi Samarinda untuk memperluas sumber pendapatan daerah. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang lebih serius agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Viktor mengatakan, Kota Tepian memiliki beragam daya tarik yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan objek wisata, tetapi juga perlu menyiapkan strategi agar destinasi tersebut mampu menarik pengunjung dan mendorong aktivitas ekonomi.

Baca Juga:  96 Tahun Sumpah Pemuda, Dispora Kaltim Persembahkan Penghargaan untuk Generasi Muda

“Samarinda memiliki potensi wisata yang masih bisa dikembangkan, mulai dari susur Sungai Mahakam, wisata religi, hingga wisata kuliner. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi sumber PAD baru,” ujar Viktor Yuan, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, upaya mengoptimalkan sektor pariwisata dapat dilakukan melalui pembenahan pengelolaan destinasi serta penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menarik minat wisatawan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Samarinda sekaligus memperpanjang aktivitas ekonomi yang muncul dari kunjungan wisata.

Pengembangan pariwisata juga dinilai relevan di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. Dengan menggarap potensi yang tersedia, pemerintah kota memiliki peluang untuk memperluas sumber penerimaan tanpa hanya bergantung pada sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang pendapatan daerah.

Baca Juga:  Tiang Listrik Ganggu Akses Warga, Novan Syahronny akan Kawal Proses Pencabutan

Meski demikian, Viktor mengingatkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak semestinya diukur hanya dari jumlah orang yang berkunjung. Hal yang tidak kalah penting adalah seberapa besar pengeluaran wisatawan memberikan dampak terhadap perekonomian lokal.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi juga apakah mereka berbelanja, menginap, dan makan di Samarinda. Dengan begitu, pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Di situlah efek berganda pariwisata,” jelasnya.

Dampak ekonomi tersebut dapat menjangkau berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang makanan, pelaku usaha kuliner, penyedia penginapan, hingga sektor ekonomi kreatif. Ketika wisatawan membelanjakan uangnya di daerah tujuan, perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam rantai usaha pariwisata.

Baca Juga:  Mario Gomez Dudukan Boaz Salossa Dibangku Cadangan Pada Laga Perdana Borneo FC Kontra Persebaya

Menurut Viktor, pengembangan sektor ini perlu dirancang dengan memperhitungkan keterlibatan pelaku usaha lokal. Aktivitas wisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan atau pengenalan destinasi, melainkan juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah kota perlu memastikan bahwa strategi pengembangan destinasi berjalan seiring dengan upaya memperluas manfaat ekonomi bagi warga. Dengan pendekatan tersebut, pariwisata berpeluang menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap penerimaan daerah sekaligus memperkuat kegiatan usaha masyarakat.

“Kalau pariwisata dikelola dengan baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemerintah melalui PAD, tetapi juga masyarakat yang menjalankan usaha. Hal itu yang harus menjadi perhatian dalam pengembangannya,” pungkas Viktor. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co