Samarinda, Klausa.co – Padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) kembali menjadi perhatian setelah disinggung Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Menanggapi hal itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan akibat pencurian jaringan kabel penerangan yang terjadi awal tahun ini.
Dalam video tersebut, Rudy melontarkan komentar yang mengaitkan padamnya lampu dengan kemampuan keuangan Pemerintah Kota Samarinda.
“Jembatan Mahkota II itu dimatikan lampunya kayaknya sama wali kota, enggak kuat bayar mungkin,” ujar Rudy.
Pernyataan itu langsung direspons Wali Kota Samarinda Andi Harun. Dia menegaskan, penyebab utama padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins adalah pencurian kabel utilitas, bukan karena pemerintah kota tidak memiliki anggaran.
Menurut Andi, aksi pencurian terjadi saat pelaksanaan APBD 2026 sudah berjalan sehingga pemerintah tidak bisa langsung mengalokasikan anggaran penggantian jaringan penerangan.
“Padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, melainkan karena utilitasnya dicuri. Persoalannya, pencurian itu terjadi ketika APBD sudah berjalan,” kata Andi Harun, Rabu (22/7/2026).
Wali Kota menjelaskan, pengadaan kembali jaringan penerangan harus mengikuti mekanisme penganggaran daerah. Karena itu, alokasi dana baru direncanakan masuk dalam APBD 2027.
“Pemerintah tidak bisa serta-merta mengeluarkan anggaran tambahan di tengah APBD yang sedang berjalan. Jadi penganggarannya dilakukan kembali pada 2027. Yang perlu dipahami, persoalannya bukan karena tidak ada anggaran,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa AH juga mengungkapkan, pelaku pencurian kabel telah diamankan aparat penegak hukum. Namun, kabel yang hilang sudah lebih dulu dijual sehingga tidak dapat dipasang kembali.
Dia pun mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, pencurian aset pemerintah bukan hanya terjadi di Jembatan Achmad Amins, tetapi juga pernah menyasar utilitas di kawasan Pasar Segiri hingga Jalan Pahlawan.
“Fasilitas publik ini milik masyarakat. Karena itu perlu kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi Harun menyatakan Pemerintah Kota Samarinda terbuka terhadap dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) apabila ingin membantu mempercepat pemulihan penerangan di Jembatan Achmad Amins.
“Kalau Pak Gubernur berkenan membantu Samarinda, tentu kami mengucapkan terima kasih. Artinya beliau sudah mengetahui kondisi dan persoalan yang sedang kami hadapi,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)
















