Klausa.co

Hamas Bicara Pilwali Samarinda: Ukur Kemampuan, Pantau Survei

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (Din/Klausa)

Bagikan

​Samarinda, Klausa.co – Nama Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, mulai mencuat dalam bursa persaingan calon Wali Kota Samarinda. Meski sinyal dukungan mulai mengalir, pria yang akrab disapa Hamas ini memilih tetap tenang dan belum ingin terburu-buru mengambil keputusan politik.

​Menanggapi namanya yang ramai diperbincangkan, Hamas menganggap hal tersebut sebagai dinamika demokrasi yang wajar. Menurutnya, setiap tokoh memiliki hak konstitusional yang sama untuk terlibat dalam kontestasi politik.

​“Masuk dalam bursa itu wajar saja. Semua punya hak untuk memilih dan dipilih,” tegasnya saat ditemui pada Kamis (9/4/2026).

​Meski mengakui adanya ruang untuk maju, Hamas menekankan bahwa keputusan final tidak bisa diambil secara emosional. Dia mengungkapkan ada sejumlah variabel krusial yang tengah dihitung secara matang, mulai dari kesiapan kapasitas politik hingga restu dari hasil survei elektabilitas.

Baca Juga:  Joni: Milenial Bakal Jadi Pemilih Terbesar, Harus Berinovasi dalam Sosialisasi Politik

​Bagi politikus Golkar ini, popularitas saja tidak cukup. Dia menilai angka-angka di atas kertas (survei) akan menjadi kompas utama dalam membaca peluang kemenangan di tengah persaingan yang kian dinamis.

​“Kalau benar-benar bertarung, tentu kita lihat dulu kemampuan, hasil survei, dan banyak pertimbangan lainnya,” jelasnya.

​Walaupun enggan sesumbar, Hamas memberikan sedikit bocoran mengenai posisinya di mata publik saat ini. Ia mengklaim tren dukungan terhadap dirinya menunjukkan grafik yang positif, meski dia tetap menggarisbawahi bahwa perjalanan menuju kursi Samarinda satu masih sangat panjang.

​“Masih terlalu pagi kalau bicara ke sana, tapi elektabilitas kita cukup bagus,” imbuhnya singkat.

​Di sisi lain, sebagai pimpinan legislatif yang kerap disorot, Hamas mengaku tidak anti-kritik. Baginya, kritik adalah bagian dari mekanisme kontrol publik yang sehat dalam sistem demokrasi, selama hal tersebut relevan dengan kebijakan dan kinerja.

Baca Juga:  Dewan Dukung Pemanfaatan Lubang Tambang Untuk Penelitian Mahasiswa

​“Yang penting kebijakannya yang dikritik, bukan pribadi,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co