Samarinda, Klausa.co – Diskominfo Samarinda mengadakan rapat bersama lurah untuk membahas data kemiskinan di kota ini. Data tersebut didapat dari survei yang melibatkan pihak ketiga. Namun, ada 8.000 data yang belum ditemukan alamatnya.
Ridwan Tassa, Asisten I Sekda Samarinda, mengatakan survei ini belum selesai. Masih ada tahapan verifikasi dan lainnya. Dari 43 ribu data yang masuk, ada 60 KK yang tidak bisa dihubungi.
“Kami masih menunggu data valid dari lurah,” kata Ridwan.
Aji Syarif Hidayatullah, Kepala Diskominfo Samarinda, menambahkan rapat ini hanya tahap verifikasi. Survei lapangan sudah selesai pada 30 Oktober 2023. Data yang belum ditemukan harus dicek lagi oleh camat dan lurah.
“Kami beri waktu sampai akhir November 2023. Setelah itu, data akan diputuskan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun,” ujar Aji.
Data ini akan menjadi acuan dalam program pengentasan kemiskinan di Samarinda. Sesuai dengan arahan Presiden RI, program ini harus selesai di tahun 2024. (Ney/Fch/ADV/Pemkot Samarinda)