Samarinda, Klausa.co – Upaya pencarian yang digelar tim SAR akhirnya menemukan titik terang. Setelah hilang terseret arus banjir, jasad balita berusia dua tahun, Nabil Sarim, ditemukan pada Selasa pagi (13/5/2025), hanya sekitar 20 meter dari lokasi ia pertama kali dilaporkan jatuh.
Peristiwa ini bermula sehari sebelumnya, Senin (12/5/2025), saat hujan deras mengguyur Samarinda. Luapan air sungai menggenangi kawasan permukiman di Gang Saka, RT 16, Kelurahan Bukit Pinang. Di tengah kondisi itu, Nabil yang sedang bermain di jembatan teras rumahnya, diduga tergelincir dan tak sempat diselamatkan.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi, menyebutkan pencarian dilakukan sejak laporan pertama masuk.
“Kami melaporkan pelaksanaan operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang anak terseret banjir. Identitas korban atas nama Nabil Sarim, usia dua tahun,” kata Riqi.
Jasad Nabil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Ia kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga di L2, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi lapangan disebut cukup menyulitkan proses pencarian. Derasnya arus sungai, air yang keruh, dan sempitnya jalur pencarian menjadi hambatan utama. Meski demikian, seluruh unsur SAR gabungan tetap dikerahkan, termasuk penggunaan perahu karet dan alat bantu pencarian lainnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing. (Yah/Fch/Klausa)

















